SEMARANG-Upaya peningkatan mutu pendidikan kembali menjadi perhatian serius Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGP). Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam Bagi Guru Tahap 4 yang berlangsung di Universitas IKIP Veteran Semarang. Kegiatan ini dijadwalkan sejak Minggu hingga Kamis, 30 Agustus sampai 4 September 2025, dengan rangkaian tahapan In Service Learning 1.
Pelatihan tersebut mengusung gagasan penting bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan pendekatan pembelajaran yang memuliakan peserta didik. Prinsipnya menekankan pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara holistik dan terpadu. Dengan konsep ini, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kemanusiaan yang membangun karakter siswa.
Acara pembukaan dilaksanakan Sabtu, 30 Agustus 2025, di aula utama Universitas IKIP Veteran Semarang. Rektor Universitas IKIP Veteran, Dr. Luluk Elyana, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum transformasi pendidikan. “Pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi teknis guru, tetapi juga membangun kesadaran bahwa mendidik berarti memuliakan manusia. Kami berharap para guru peserta dapat membawa semangat baru ke sekolah masing-masing,” ujarnya.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata. “Kita perlu menggeser paradigma bahwa belajar tidak hanya soal nilai ujian. Dengan pembelajaran mendalam, siswa akan lebih mampu memahami, merasakan, dan menghidupi pengetahuan yang diperolehnya. Guru adalah kunci dalam proses itu, dan pelatihan ini hadir sebagai ruang tumbuh bagi mereka,” tegasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh ratusan guru SMA dan SMK dari Kota Semarang. Menariknya, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., turut berperan aktif sebagai fasilitator. Ia dipercaya mendampingi guru-guru SMA di Kota Semarang dalam proses pelatihan ini. Kepada wartawan, Ardan menyampaikan pandangannya mengenai urgensi pendekatan pembelajaran mendalam. “Guru perlu menempatkan dirinya bukan hanya sebagai pengajar, melainkan pembimbing yang mampu menyentuh hati dan pikiran peserta didik. Melalui pelatihan ini, kami belajar untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membangun kesadaran diri dan karakter siswa,” kata Ardan.
Kegiatan In Service Learning 1 tahap keempat ini dirancang dengan pola partisipatif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, simulasi, dan praktik mengajar. Metode ini memungkinkan guru mengalami langsung bagaimana strategi pembelajaran mendalam diterapkan, sebelum mereka mengimplementasikannya di ruang kelas.
Selain itu, pelatihan ini menjadi wadah kolaborasi antarguru. Mereka saling berbagi pengalaman, tantangan, dan praktik baik dalam pembelajaran. Menurut panitia, keberlanjutan program akan memastikan bahwa para guru tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. Mereka akan terus mendapat pendampingan melalui sesi on the job learning di sekolah masing-masing.
Pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat peran guru sebagai agen perubahan. Dengan menekankan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga, pendidikan diharapkan tidak lagi kering dari nilai-nilai kemanusiaan, melainkan hadir sebagai ruang hidup yang memerdekakan.
“Pendidikan sejati adalah pendidikan yang membahagiakan. Guru yang bahagia akan melahirkan siswa yang juga bahagia dalam belajar. Itulah roh dari pembelajaran mendalam yang sedang kita kembangkan,” tutup Dr. Miftahudin saat diwawancarai usai acara pembukaan.
Dengan semangat tersebut, pelatihan yang berlangsung hingga awal September ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru tangguh, kreatif, dan berkarakter. Pada akhirnya, peningkatan mutu pendidikan akan benar-benar terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang memuliakan setiap peserta didik.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Kunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar