Info Sekolah
Jumat, 24 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

SMK Negeri 10 Semarang Gelar Keputrian Diba’an untuk Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat (29/8/2025) pagi ketika sekolah tersebut menggelar kegiatan keputrian berupa pembacaan Diba’an. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswi dan ibu guru, dengan dipimpin langsung oleh Ibu Afidatin, S.Pd.

Acara keputrian ini digelar sebagai bagian dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi sarana bagi peserta untuk meneladani dan memuliakan Rasulullah. Aula sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, pada hari itu dipenuhi lantunan shalawat dan doa yang dilafalkan bersama dengan penuh kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Ibu Afidatin menjelaskan bahwa kegiatan Diba’an ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wujud kecintaan kepada Rasulullah yang harus terus dipupuk di kalangan generasi muda. “Melalui kegiatan keputrian ini, kami ingin membiasakan anak-anak untuk selalu mengingat Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, dan menumbuhkan rasa cinta kepada beliau. Inilah salah satu cara sederhana kami dalam mendidik karakter siswi SMK Negeri 10 Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, momentum bulan Rabiul Awal selalu menjadi saat yang tepat untuk memperkuat spiritualitas di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswi yang merupakan calon ibu dan pendidik di masa depan. “Mereka perlu dibekali dengan kecintaan pada Rasulullah. Dengan begitu, kelak mereka bisa menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya,” tambahnya.

Pelaksanaan keputrian ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Para siswi duduk rapi membentuk barisan, sementara ibu guru turut mendampingi. Lantunan syair Diba’i menggema di aula, menciptakan suasana religius yang membuat banyak peserta terharu. Beberapa siswi mengaku merasakan ketenangan batin setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut Diba’an. Rasanya lebih damai, apalagi bisa bersama-sama memuji Nabi Muhammad SAW,” ungkap Anisa, salah satu siswi kelas XI.

Kegiatan keputrian berupa Diba’an ini rutin diselenggarakan setiap tahun di SMK Negeri 10 Semarang, khususnya dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kepala SMK Negeri 10 Semarang menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan seluruh siswi dan guru perempuan dalam acara ini. Menurutnya, pembiasaan spiritual seperti ini merupakan bentuk nyata pendidikan karakter yang sejalan dengan visi sekolah. “Kami ingin menanamkan akhlak mulia kepada siswa, bukan hanya lewat pelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang membentuk hati dan jiwa mereka,” katanya.

Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan Diba’an ini juga dimaksudkan untuk memperkuat ikatan kekeluargaan antar-siswi dan guru. Dengan adanya kegiatan keputrian, siswi tidak hanya mendapat ilmu keagamaan, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang menumbuhkan rasa saling menghargai. “Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang belajar akhlak bagi anak-anak perempuan. Kami berharap mereka bisa mencontoh kelembutan, kesabaran, dan keteguhan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ibu Afidatin.

Kemeriahan acara semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama membaca shalawat Nabi dengan irama penuh semangat. Suasana aula pun berubah menjadi lautan doa yang dipenuhi harapan agar kecintaan kepada Rasulullah semakin tumbuh di hati para siswi.

Dengan berakhirnya kegiatan Diba’an, para peserta pulang dengan wajah penuh kebahagiaan. Kegiatan keputrian ini tidak hanya meninggalkan kesan religius, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang pentingnya meneladani Rasulullah dalam kehidupan nyata. “Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah kita bersama dan anak-anak semakin dekat dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Ibu Afidatin.

Kegiatan keputrian Diba’an di SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat, 29 Agustus 2025 ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan akhlak dan spiritualitas. Dengan semangat kebersamaan, cinta kepada Rasulullah terus ditanamkan, sehingga para siswi tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang Muslimah.

Penulis : Kholifah Martha, Guru Basa Jawa SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar