Semarang, 21 Agustus 2025 – Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra alumni dalam rangka penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prof. Soedartomo, Gedung Dekanat Fakultas Teknik ini dihadiri oleh jajaran dosen, pengembang kurikulum, serta alumni dari berbagai angkatan yang kini berkiprah di dunia pendidikan maupun industri.
Forum diskusi ini menjadi wadah strategis untuk menyerap masukan dari para praktisi lapangan, khususnya alumni yang telah berkarier sebagai pendidik maupun profesional industri. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan perspektif nyata mengenai kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki lulusan Fakultas Teknik UNNES, khususnya Program Studi Pendidikan Teknik Mesin (PTM).
Salah satu mitra alumni yang hadir adalah Mohammad Yunan Setyawan, S.Pd., guru Teknik Pengelasan sekaligus Plt. Kepala Tata Usaha SMK Negeri 10 Semarang. Yunan menegaskan bahwa profil lulusan PTM tidak lepas dari peran strategis sebagai guru profesional di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Seorang lulusan PTM UNNES harus benar-benar siap menjadi guru yang kompeten. Itu artinya, mereka harus menguasai empat kompetensi utama guru, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Empat hal ini harus benar-benar ditekankan dalam kurikulum, sehingga mahasiswa mendapat bekal yang memadai,” ujarnya.
Lebih jauh, Yunan menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai salah satu indikator daya saing lulusan. Menurutnya, lulusan yang memiliki sertifikat profesi, baik di tingkat nasional maupun internasional, akan lebih siap bersaing di dunia kerja. “Sertifikasi ini bukan hanya formalitas, tetapi bukti nyata kompetensi. Ketika mereka mengajar di SMK atau masuk ke industri, sertifikasi menjadi modal yang sangat penting,” tambahnya.
Tidak hanya berbicara soal guru, Yunan juga memberikan masukan agar kurikulum PTM tetap selaras dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa mata kuliah pilihan harus dirancang adaptif dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar tenaga kerja. “Kurikulum jangan hanya fokus pada profil lulusan sebagai calon pendidik. Lulusan PTM juga harus diberi kesempatan memiliki kompetensi untuk bekerja di dunia industri. Dengan begitu, mereka memiliki fleksibilitas karier yang lebih luas,” jelasnya.
Kehadiran alumni seperti Yunan menunjukkan pentingnya jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja. Suara lapangan yang dibawa para alumni menjadi input berharga dalam perumusan kurikulum OBE. Sistem pendidikan berbasis capaian (outcome) ini menuntut setiap lulusan memiliki kompetensi yang dapat diukur, baik dari sisi akademis, profesional, maupun keterampilan praktis.
Suasana FGD berlangsung hangat dan cair. Tidak hanya diskusi serius mengenai kurikulum, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen antara para alumni dengan dosen dan rekan sejawat. Cerita pengalaman di lapangan, tawa, dan semangat kolaborasi menghiasi ruangan, menambah nuansa kebersamaan dalam forum ilmiah tersebut.
Dekan Fakultas Teknik UNNES, Prof. DR. Wirawan Sumbodo, MT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kurikulum. “Kurikulum OBE adalah tuntutan sekaligus peluang. Melalui sinergi dengan alumni, kami ingin memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan pendidikan dan industri. Dengan begitu, lulusan PTM UNNES siap bersaing, tidak hanya sebagai guru, tetapi juga tenaga profesional yang dibutuhkan dunia kerja,” tuturnya.
FGD ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fakultas Teknik UNNES dalam memastikan kualitas lulusan. Harapannya, masukan yang diperoleh dari alumni dapat memperkuat kurikulum OBE sehingga mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih aplikatif, terarah, dan kontekstual dengan tantangan zaman.
Pada akhirnya, kegiatan FGD ini bukan hanya forum diskusi teknis, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Fakultas Teknik UNNES menegaskan tekadnya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, daya saing, dan kemampuan beradaptasi tinggi di tengah dinamika global.
“FGD ini adalah langkah nyata. Kita tidak bisa berjalan sendiri, kita butuh mitra alumni agar kurikulum benar-benar menyentuh kebutuhan riil. Kami ingin lulusan PTM UNNES selalu relevan, adaptif, dan bisa menjadi kebanggaan almamater,” pungkas Dekan.
Penulis : Dini Riyani, Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 10 Semarang

Alhamdulillah
SMK N 10 SEMARANG…CIPTAKAN INOVASI DAN TEBARKAN MANFAAT…
Jooosss mantap .
Mantap FGD sangat bermanfaat.
Luuaarr biasaaa….
Ternyata SMK N 10 Semarang toop markotopp..
Maju terus SMK 10…
Semoga lulusan SMKN 10 Semarang semakin unggul, berintegritas, daya saing, dan kemampuan beradaptasi tinggi di tengah dinamika global.
OBE merupakan modal awal dan modal dasar bagi siswa untuk menjawab tantangan jaman yang semakin dinamis dan kompetitif. Kompetensi adalah harga mati
Semoga lulusan SMKN 10 Semarang semakin unggul, berintegritas, daya saing, mantab luar biasa
Semangat
Lulusan SMK 10 terpercaya keahlian nya bs langsung masuk dunia kerja
MANTAP SEKALI
Alhamdulillah bisa ikut mengambil peran sebagai mitra Alumni, Unnes menjadi pioner dalam mencetuskan OBE (Outcome Based Education) dalam pengembangan Kurikulumnya.
Mantap 👍🙏
Pak Yunan mantap 👍
Luar biasa sinergi dan kolaborasi antara sekolah, Perguruan tinggi, dan industri untuk menyiapkan lulusan yang unggul dan berkarakter nasionalisme dan industri.
Mantaap👍👍
Keren👍👍👍
Hebat
Alhamdulillah.. Smkn 10 smg selalu menjadi lebih baik manfaat dan menginspirasi
Mantap dan Luar biasa
Alhamdulillah … salah satu kepercayaan yang diberikan kepada SMK N 10 Semarang melalui Bapak Mohammad Yunan Setyawan, S.Pd bisa ikut berpartisipasi, berkontribusi dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcame Based Education ini menunjukan bawah SMK N 10 Semarang merupakan sekolah yang berkembang dengan mengedepankan pendidikan kekinian yang selaras dengan kebutuhan industri modern. SMK N 10 Semarang berproses semakin baik, semakin berkembang dan semakin unggul.
Beri Komentar