BATANG-Upacara Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Tengah berlangsung khidmat pada Selasa, 19 Agustus 2025. Ribuan peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat tampak memenuhi lapangan upacara. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin jalannya kegiatan sekaligus menyampaikan amanat tentang program, capaian, serta arah pembangunan Jawa Tengah ke depan.
Dalam pidatonya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremonial, tetapi sarana untuk memperkuat tekad bersama membangun daerah. Ia memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah provinsi. Salah satunya adalah Kartu Zilenial, sebuah fasilitas pelatihan gratis bagi pemuda untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan keterampilan. “Anak muda Jawa Tengah harus dibekali skill agar mampu bersaing. Melalui Kartu Zilenial, kami ingin menyiapkan generasi kompetitif yang siap menghadapi dunia kerja maupun membuka lapangan kerja baru,” ujar Luthfi.
Program lain yang disorot adalah pendirian Koperasi Buruh yang memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga murah, serta Internet Desa hasil kerja sama dengan Telkom. Hingga akhir 2025, sebanyak 599 desa ditargetkan menikmati jaringan internet berkecepatan 20 Mbps secara gratis. Gubernur menilai hal ini akan menjadi motor penggerak pengembangan wisata dan ekonomi desa.
Di sektor transportasi, Pemprov Jawa Tengah terus mengembangkan BRT Trans Jateng dengan tarif terjangkau Rp1.000 untuk pelajar, mahasiswa, buruh, dan veteran. Sedangkan untuk kesehatan, dicanangkan layanan Spelling Dokter Spesialis yang memastikan pelayanan kesehatan gratis hingga tingkat desa. “Kami juga meluncurkan program Desalinasi Air di Rumah Susun Selamaran untuk melayani sekitar seribu jiwa. Ini merupakan program pertama yang akan diperluas di wilayah lain,” jelas Gubernur.
Selain program, capaian pembangunan pada Semester I tahun 2025 juga menjadi sorotan. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,28 persen, tertinggi ketiga secara nasional. Investasi mencapai Rp45,59 triliun, tertinggi di Pulau Jawa, sementara tingkat kemiskinan berhasil turun dari 9,8 persen menjadi 9,48 persen. Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan hasil signifikan, dengan 222 ribu pekerja terserap, tertinggi di Jawa. Dari sisi ekspor, kinerja Jawa Tengah meningkat 2,98 persen.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan arah pembangunan berkelanjutan melalui rencana tahunan hingga 2029. Pada tahun 2025, fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur, disusul ketahanan pangan pada 2026, pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan target seribu desa wisata pada 2027, ekonomi berbasis potensi desa dan industri hijau di 2028, serta peningkatan daya saing daerah pada 2029. “Visi besar kami adalah Jawa Tengah Maju, Berwibawa, Berkelanjutan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menekankan enam misi utama, mulai dari layanan dasar inklusif dan penguatan SDM kompetitif, tata kelola responsif, infrastruktur merata, stabilitas berbasis budaya lokal, iklim investasi kondusif, hingga pembiayaan partisipatif. Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun hingga 9,67 persen dan pengangguran berada pada kisaran 4,2 hingga 4,8 persen.
Di sektor sosial, perhatian terhadap masyarakat kecil diwujudkan melalui bantuan rumah layak huni (RTLH) sebanyak 17 ribu unit serta BLT untuk 80 ribu buruh rokok dan petani tembakau. Di bidang pertanian, pemerintah menargetkan produksi beras 11 juta ton dari capaian saat ini 8,5 juta ton serta memperluas lahan jagung hingga satu juta hektar.
Sejumlah data juga dipaparkan sebagai bukti nyata kerja pemerintah provinsi. Anggaran pendidikan dari APBD Jawa Tengah mencapai Rp9,35 triliun yang digunakan untuk renovasi 322 sekolah dan pemberian beasiswa kepada 15 ribu siswa miskin. Di sektor kesehatan, cakupan JKN sudah mencapai 98,16 persen dengan layanan spelling dokter tersedia di 331 desa. Program perumahan pun telah menangani 26 ribu unit rumah melalui APBD maupun CSR.
Luthfi menutup amanatnya dengan pesan penuh harapan. “Tidak ada lagi warga miskin yang tidak sekolah, tidak ada yang tidak terlayani kesehatan, dan tidak ada yang kesulitan kerja. Filosofi kami adalah Ngopeni Ngelakoni Jateng — melayani masyarakat dengan tulus dan menjalankan komitmen dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Upacara Hari Jadi Jawa Tengah di Batang ini berlangsung khidmat dan meriah. Sejumlah atraksi seni budaya turut mewarnai acara, memperlihatkan semangat masyarakat yang selaras dengan visi pemerintah. Dengan kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimun, pemerintah provinsi menegaskan komitmennya mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Mantap. Pendidikan menjadi prioritas pembangunan di Provinsi Jawa Tengah yang membentuk karakter dan budaya manusia Jawa Tengah yang kreatif, inovatif, peduli, dan berdaya guna.
Luar biasa dan mantap prioritas pembangunan Provinsi Jawa Tengah mewujudkan Jawa Tengah lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Alhamdulillah sebagai warga masyarakat Jawa Tengah. Semoga dengan kepemimpinan Bapak gubernur Ahmad Lutfi dan Taj Yasin menjadi kan provinsi Jawa Tengah semakin maju dan berkelanjutan
Beri Komentar