SEMARANG-SMK Negeri 10 Semarang melaksanakan upacara peringatan Hari Jadi Pramuka di halaman sekolah pada Kamis, 14 Agustus 2025. Upacara berlangsung khidmat dengan petugas dari ambalan Dewa Ruci dan Dewi Lanjar. Bertindak sebagai pembina upacara, Elmina Ita Kusumawardani, S.Pd., M.Si., menyampaikan amanat penuh semangat tentang pentingnya peran Gerakan Pramuka di era modern.
Dalam amanatnya, Elmina menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini, “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, bukan sekadar slogan, tetapi tekad dan komitmen kolektif yang harus diwujudkan. “Gerakan Pramuka harus menjadi benteng moral sekaligus motor penggerak dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Elmina juga menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan utama yang tidak bisa ditawar. “Prinsip-prinsip itu harga mati yang wajib dipegang teguh oleh setiap Pramuka. Kita tidak boleh goyah oleh arus globalisasi maupun pengaruh negatif dari luar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pembina upacara menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi generasi muda, mulai dari digitalisasi global dan disrupsi teknologi hingga ancaman sosial seperti judi online, bullying, narkoba, tawuran, serta pornografi. “Selain itu, masuknya budaya asing juga berpotensi mengikis semangat gotong royong dan nasionalisme. Inilah saatnya Pramuka tampil sebagai solusi,” katanya.
Menurut Elmina, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendidikan non-formal, Pramuka dapat membantu pemerintah menanamkan pendidikan karakter sekaligus memberikan berbagai keterampilan hidup. “Pramuka melatih life skill, soft skill, dan hard skill, serta memperkuat kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Semua itu kita kenal dengan SESOSIF,” jelasnya.
Ia juga mengajak para anggota Pramuka untuk aktif mengabdi kepada masyarakat, mulai dari kegiatan penanggulangan bencana, bakti sosial seperti membantu arus mudik, hingga pelestarian lingkungan hidup. “Menanam pohon, membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah, serta menghemat energi adalah bentuk nyata pengabdian yang harus kita lakukan,” tambahnya.
Elmina menegaskan pentingnya kembali ke nilai dasar Gerakan Pramuka, yakni Tri Satya dan Dasa Darma. Nilai inilah yang menurutnya akan menumbuhkan semangat pengabdian yang dilandasi Pancasila. Selain itu, ia mendorong para anggota Pramuka untuk mampu beradaptasi di era digital. “Kita harus cerdas menggunakan teknologi informasi, menyebarkan konten positif yang inspiratif, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi,” ujarnya.
Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan, Elmina menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka mendukung program Asta Cita pembangunan nasional Presiden Prabowo. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak seperti HKTI dan FAO, serta pengembangan program Training of Trainers (ToT) dan Mobile Training Team (MTT). “Gugus Depan bisa menjadi motor penggerak swasembada pangan sekaligus menjaga kedaulatan pangan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kewirausahaan. Menurutnya, Pramuka harus mendorong lahirnya wirausaha muda melalui pelatihan dan pendampingan. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia unggul. “Gerakan Pramuka harus melahirkan generasi yang berjiwa Pancasila, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” tuturnya.
Di akhir amanat, Elmina mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu dalam kolaborasi nasional. Ia menyebut sinergi antara Pramuka, orang tua, mitra, pelaku usaha, hingga stakeholder pendidikan sangat diperlukan. “Dengan kolaborasi, Gerakan Pramuka bisa menjadi pilar kekuatan bangsa untuk membentuk generasi muda yang berdaya saing global dan siap memimpin Indonesia menuju kejayaan,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Jadi Pramuka di SMK Negeri 10 Semarang tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Peserta upacara, yang terdiri dari siswa, guru, dan pembina Pramuka, mengikuti setiap rangkaian acara dengan serius. Bagi banyak peserta, pesan yang disampaikan pembina upacara menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa.
Penulis : Dini Riyani, S.Pd, Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar