Info Sekolah
Sabtu, 18 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Pelatihan Hari Kelima: Guru Model Menginspirasi, Refleksi Diri Mendorong Pola Pikir Bertumbuh

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Meskipun berlangsung di hari Minggu, semangat para peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan di Kota Semarang tetap membara. Pada hari kelima pelatihan, Minggu, 03 Agustus 2025, suasana pelatihan terasa semakin dinamis dan menggugah antusiasme. Salah satu peserta, Magdalena Widyastuti K dari SMA Masehi 2 PSAK, mengungkapkan bahwa sesi pelatihan kali ini menjadi momen yang sangat inspiratif bagi dirinya.

“Pelatihan Pembelajaran Mendalam diawali dengan praktik guru model yang sudah ditentukan masing-masing kelompok. Kami, sebagai pasangan pengamat, bertugas mengobservasi ketika guru model tampil. Guru model yang tampil benar-benar menginspirasi saya untuk menerapkan model-model pembelajaran di sekolah saya,” ujar Magdalena dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, kegiatan peer teaching yang dilakukan oleh para guru model sangat beragam dan menarik. Menurutnya, semua sesi tersebut mampu menambah wawasannya dalam mengajar. “Setelahnya, kami melakukan refleksi terhadap praktik baik yang telah kami lakukan. Kami juga melakukan refleksi diri, apa kelebihan dan kekurangan kami. Dengan refleksi terbuka dan menerima masukan dari rekan-rekan, kami bisa menjadi guru yang lebih baik dan berkembang. Dan ternyata, kami sudah mulai menerapkan pola pikir bertumbuh, lho,” tambahnya sambil tersenyum.

Senada dengan Magdalena, Fildzah Amimah Chantika dari SMA Islam Terpadu Harapan Bunda Semarang juga menyampaikan kesannya terhadap pelatihan hari kelima. Baginya, pengalaman yang diperoleh sangat memperkaya sudut pandangnya dalam proses pembelajaran. “Pelatihan hari ini sangat berkesan. Kami jadi memahami bagaimana mengajar yang melibatkan murid secara emosional, kognitif, dan sosial. Para guru model punya cara masing-masing dalam menyelaraskan tujuan pembelajaran, langkah-langkah, dan asesmen dalam satu alur yang selaras,” tuturnya.

Fildzah juga menyoroti pentingnya rancangan kegiatan pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep secara bermakna. “Guru merancang kegiatan yang mampu membantu murid memahami konsep secara mendalam melalui modul ajar atau RPP. Itu membuat pembelajaran lebih hidup dan kontekstual,” tambahnya.

Arif Afridi dari SMA Islam Al Azhar 15 Semarang merasakan dampak positif dari penerapan pembelajaran mendalam. Menurutnya, pendekatan ini mendorong guru merancang pembelajaran yang tak hanya fokus pada materi, tapi juga melatih murid berpikir kritis dan reflektif. “Murid jadi lebih aktif, rasa ingin tahu mereka tumbuh, dan mereka mampu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata,” ujarnya. Meski menuntut persiapan lebih intensif, hasilnya sepadan. Murid lebih memahami materi secara mendalam dan mandiri. Arif pun meyakini pembelajaran mendalam relevan untuk membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.

Sesi hari kelima ini memang difokuskan untuk menggali pengalaman peserta dalam menerapkan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM). Peserta diajak melakukan refleksi atas pengalaman mereka secara interaktif melalui platform digital. Tak hanya itu, mereka juga memperdalam pemahaman tentang komponen penting dalam instrumen observasi praktik perencanaan pembelajaran.

Dalam sesi ini, peserta berdiskusi dan berkolaborasi untuk memilih guru model yang akan melakukan simulasi praktik implementasi perencanaan pembelajaran. Simulasi ini menjadi momen penting untuk menguji kesiapan peserta dalam menerapkan pendekatan yang telah dipelajari selama pelatihan. Guru model yang terpilih kemudian mempraktikkan pembelajaran berdasarkan rencana yang telah disusun dengan cermat. Sementara itu, peserta lainnya mengisi lembar observasi secara aktif untuk mengamati dan menilai pelaksanaan simulasi tersebut.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai penerapan perencanaan pembelajaran sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam melakukan observasi objektif. Observasi tersebut menjadi dasar refleksi untuk pengembangan praktik pembelajaran yang lebih baik di masa depan.

Usai simulasi, seluruh peserta dibagi dalam kelompok untuk mereviu instrumen yang telah mereka isi. Masing-masing kelompok mengisi tabel analisis yang mencakup tiga aspek utama: tantangan yang muncul selama simulasi, kelebihan atau aspek yang berjalan dengan baik, serta rencana perbaikan yang dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran ke depan.

Menariknya, setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil analisis mereka secara bergiliran. Dalam forum ini, peserta tidak hanya menyampaikan temuan mereka, tetapi juga memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru model. Umpan balik tersebut menjadi bagian penting dalam proses belajar bersama, membangun semangat kolaborasi, dan menumbuhkan rasa saling percaya di antara peserta.

Dengan adanya praktik nyata, refleksi mendalam, dan diskusi terbuka, Pelatihan Pembelajaran Mendalam hari kelima ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti keterbukaan terhadap masukan, kesadaran diri, dan kemauan untuk terus berkembang. Semua proses ini bermuara pada satu tujuan besar: menciptakan guru-guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna dan mendalam bagi para murid di sekolah masing-masing.

Pelatihan ini sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang digagas oleh Kemendikdasmen untuk mendorong transformasi pendidikan. Dengan melibatkan praktik langsung, simulasi, dan refleksi, para guru peserta pelatihan diharapkan tidak hanya memahami konsep Pembelajaran Mendalam secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dan kontekstual di ruang kelas mereka.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar