Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tetap Berlangsung di Hari Libur, Guru SMA Kota Semarang Antusias Perdalam Perencanaan Pembelajaran

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Meskipun Sabtu biasanya menjadi hari libur, suasana berbeda terlihat di pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk guru-guru SMA se-Kota Semarang yang telah memasuki hari keempat pada Sabtu (2/8/2025). Ruang pelatihan tetap penuh oleh para peserta yang tampak antusias mengikuti kegiatan dengan semangat tinggi. Materi yang disampaikan pada hari keempat ini berfokus pada perencanaan pembelajaran mendalam, dengan pendekatan partisipatif yang menuntut kerja tim dan analisis mendalam.

Pelatihan yang digelar oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di ruang kelas. Kegiatan hari ini dibuka dengan pembentukan kelompok kecil berisi 4-5 orang, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis contoh perencanaan pembelajaran mendalam. Para peserta diminta mengidentifikasi komponen-komponen penting, menyusun paparan analisis, serta memberikan saran penguatan agar perencanaan semakin efektif diterapkan.

Salah satu peserta pelatihan, Aditya Nursasongko dari SMAN 7 Semarang, mengaku mendapat banyak pemahaman baru mengenai peran guru dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Hari ini kami belajar tentang Perencanaan Pembelajaran Mendalam yang menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pembelajaran mendalam bukan sekadar menghafal materi, melainkan mendorong pemahaman konsep, berpikir kritis, dan refleksi diri,” ujar Aditya. Ia menambahkan bahwa guru perlu merancang pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, memberi ruang eksplorasi, serta menumbuhkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan empati.

Perencanaan pembelajaran mendalam terdiri atas empat tahap utama, yakni identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen. Pada tahap identifikasi, guru diminta memahami kesiapan murid melalui pre-test, diskusi awal, serta mengenali gaya belajar dan faktor sosial-emosional. Tahap ini juga mencakup analisis karakteristik materi pelajaran serta penyesuaian dengan dimensi Profil Lulusan. 

Tahap berikutnya adalah desain pembelajaran, yang mencakup penentuan tujuan pembelajaran, strategi pedagogis, kemitraan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi. Sementara itu, pengalaman belajar dirancang melalui tiga proses utama: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketiga tahapan ini menjadi dasar dalam membentuk pengalaman belajar yang menyentuh aspek kognitif dan afektif murid secara seimbang.

Peserta dari SMA Sedes Sapientiae, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa sesi hari keempat ini membuka pemahaman baru baginya tentang pentingnya pembelajaran sebagai proses, bukan sekadar pengulangan sintaks model pembelajaran. “Melalui pertemuan hari ini, saya semakin memahami bahwa pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi bukan sekadar sintaks. Tahapan proses pembelajaran yang kita pilih harus dikemas agar mampu menghadirkan pengalaman yang utuh dan bermakna bagi siswa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menampakkan prinsip-prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam setiap proses belajar.

Dalam sesi diskusi, para peserta juga diajak menelaah kembali komponen perencanaan pembelajaran yang mencakup dimensi profil lulusan, tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, lingkungan belajar, serta asesmen yang mencakup asesmen awal, proses, dan akhir. Asesmen ini pun tidak semata evaluasi hasil, namun juga mencakup assessment as learning dan assessment for learning sebagai bagian dari proses pembelajaran itu sendiri.

Meski pelatihan berlangsung di hari libur, semangat peserta tidak surut. Suasana ruang pelatihan justru diwarnai antusiasme dan diskusi aktif dari para guru yang saling berbagi pandangan dan pengalaman. Pelatihan hari keempat ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika guru diberikan ruang untuk bertumbuh bersama, maka komitmen terhadap pendidikan tidak dibatasi oleh hari atau waktu.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari dan melibatkan fasilitator BBGTK yang berpengalaman dalam desain pembelajaran transformatif. Tujuan utama pelatihan ini adalah membekali guru dengan pemahaman dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter dan kompetensi murid secara menyeluruh.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para guru SMA di Kota Semarang dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik. Hari keempat yang penuh semangat ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan bisa dimulai dari ruang-ruang belajar para pendidik yang terus ingin bertumbuh.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar