Info Sekolah
Sabtu, 25 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang Kembali Hidup, Sholat Jumat Pertama Diikuti Seluruh Warga Sekolah Jadi Simbol Kebangkitan Spiritualitas Sekolah

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Prestasi

Semarang-Setelah sempat terbengkalai selama beberapa waktu, Masjid Baitul Iman di SMK Negeri 10 Semarang akhirnya kembali berfungsi dan digunakan sebagai pusat ibadah serta pembinaan karakter siswa. Momen penting ini ditandai dengan pelaksanaan Sholat Jumat perdana yang melibatkan seluruh warga sekolah pada Jumat, 25 Juli 2025. Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi simbol kebangkitan spiritualitas dan solidaritas di lingkungan sekolah.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan kebanggaannya atas capaian ini. Ia menilai bahwa penggunaan kembali Masjid Baitul Iman merupakan sebuah prestasi kolektif yang diraih dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen sekolah. “Total warga sekolah kami ada sekitar 900 orang, terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Jumlah ini sangat besar, tapi berkat kerja keras dan kebersamaan, mimpi kami untuk memfungsikan kembali masjid ini akhirnya terwujud,” ujar Ardan saat ditemui usai pelaksanaan Sholat Jumat.

Sebelumnya, kegiatan Sholat Jumat di SMKN 10 Semarang harus dilaksanakan di aula karena masjid belum dapat digunakan secara optimal. Namun dengan perbaikan bertahap dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Masjid Baitul Iman kini tampil layak dan representatif sebagai pusat kegiatan spiritual, sosial, dan edukatif bagi para siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Helmi Yuhdana, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah ini merupakan momentum penting dalam membangun nuansa religius di sekolah. “Sholat Jumat tadi siang menjadi momen kebersamaan yang sangat indah, penuh khidmat, dan insya Allah penuh berkah. Semoga ke depan seluruh aktivitas ibadah di masjid ini mendapat ridho dari Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Baitul Iman, Muslim Anwar, juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan kepala sekolah yang menurutnya luar biasa dalam menyelesaikan pembangunan dan revitalisasi masjid. “Tanpa dukungan dan kepercayaan dari Bapak Kepala Sekolah, tentu proses ini tidak akan berjalan lancar. Kami sangat bersyukur bisa menghadirkan kembali fungsi masjid di tengah-tengah kehidupan sekolah,” kata Muslim.

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Mohamad Suparjo, yang juga menjadi penggerak kegiatan keagamaan di sekolah, menambahkan bahwa pelaksanaan Sholat Jumat perdana berjalan lancar dan sukses luar biasa. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk membangun atmosfer religius di SMKN 10 Semarang. Kami harap ke depan masjid ini bisa menjadi pusat pembinaan karakter dan spiritual siswa,” ujar Suparjo dengan penuh semangat.

Keberadaan masjid di lingkungan sekolah seperti SMKN 10 Semarang memang memiliki manfaat yang sangat luas, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sebagai bagian integral dari pendidikan karakter. Masjid menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta toleransi dan kerja sama. Melalui kegiatan rutin seperti Sholat berjamaah, kajian keislaman, hingga peringatan hari-hari besar Islam, siswa dibimbing untuk memiliki akhlak yang baik dan keimanan yang kuat.

Tak hanya itu, masjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial positif, seperti penggalangan dana, santunan anak yatim, buka puasa bersama, hingga lomba-lomba Islami yang dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antarwarga sekolah. Selain itu, melalui kegiatan-kegiatan masjid, kedisiplinan siswa dapat ditumbuhkan, terutama dalam hal ketepatan waktu dan komitmen terhadap tanggung jawab kolektif.

Masjid Baitul Iman juga diproyeksikan menjadi bagian dari program Adiwiyata sekolah. Dengan menjadikan masjid sebagai ruang edukasi lingkungan hidup, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan masjid sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaan Tuhan. Masjid dapat menjadi tempat kampanye ramah lingkungan dan pembelajaran nilai-nilai menjaga alam.

Kembalinya fungsi Masjid Baitul Iman merupakan sebuah pembuktian bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga untuk membentuk karakter luhur siswa melalui pendekatan spiritual dan sosial yang menyeluruh. Dengan semangat kebersamaan, SMKN 10 Semarang membuktikan bahwa sebuah masjid di lingkungan sekolah dapat menjadi pusat energi positif untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama serta lingkungannya.

Kini, Masjid Baitul Iman bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol semangat baru dalam membangun pendidikan yang utuh—berbasis iman, ilmu, dan amal. SMKN 10 Semarang telah mengambil langkah penting dalam menyemai karakter dan spiritualitas generasi muda, dimulai dari sajadah pertama yang dibentangkan kembali di masjid mereka sendiri.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

4 Komentar

Muslim Anwar
Senin, 28 Jul 2025

Alhamdulillah wasyukru lillah. Masjid Baitul iman dapat berfungsi sbg tempat ibadah pada umumnya, tidak hanya Sholat Zuhur dan Asar tetapi dapat berfungsi sbg Ibadah Sholat Jumat bagi keluarga SMKN 10 Semarang, semoga menjadi Masjid yg sempurna secara Fisik dan spritualnya. Aamiin YRA.

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Senin, 28 Jul 2025

Mantaaabbb’s . . .

Balas
Hesti
Senin, 28 Jul 2025

Alhamdulillah…..meski bangunan belum sempurna namun sudah bisa dipakai. Semoga kedepannya bisa menjadi Masjid yg bagus, sempurna secara Fisik dan spritualnya. Aamiin…..

Balas
Mohammad Yunan
Senin, 28 Jul 2025

Alhamdulillah, semoga Masjid Baitul Iman bisa menjadi rumah kemanfaatan dalam beribadah seluruh akademis SMKN 10 Semarang

Balas

Beri Komentar