Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Komisi X DPR RI Kunjungi SMKN Jateng di Semarang Saat Reses, Dorong Keberlanjutan Pendidikan untuk Siswa Miskin

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Dalam rangka masa reses tahun 2025, sejumlah anggota Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng) di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 23 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya wakil rakyat dalam menyerap aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah, sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.

Rombongan yang hadir terdiri dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, bersama anggota Komisi X lainnya yakni Abdul Fikri Faqih, I Nyoman Parta, Lita Machfud Arifin, Asraf, Khairuddin, Juliyatmono, Herman Mukibi, dan Reni. Selain dari DPR, turut hadir pula perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga nasional yang berperan dalam bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan olahraga.

Dari unsur kementerian, hadir Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd., Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal dari Kemendikdasmen; Dr. Muhammad Hasan Habibi, ST., M.Si., SAM Bidang Penguatan dan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dari Kemdiktiristek; serta I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si., Direktur Warisan Budaya dari Kemendikbud. Dari Kemenpora hadir Dr. Raden Isnanta, M.Pd., Deputi Pengembangan Industri Olahraga; sedangkan dari Perpusnas hadir Edi Wiyono, S.Sos., M.Tr.A.P., Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan. Turut pula hadir Dr. Yopi, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, serta Plt Sestama BPS, Moh Edy Madmud.

Kunjungan kerja ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa SMK Jateng merupakan sekolah berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyediakan pendidikan berkualitas tanpa biaya. “SMK Jateng bukan hanya sekolah, tetapi harapan masa depan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Mereka tinggal, belajar, dan dibina di sini secara gratis,” ujar Sadimin.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, dalam kesempatan itu menyampaikan pentingnya memikirkan keberlanjutan pendidikan bagi siswa miskin setelah mereka lulus dari SMK. “Anggaran pendidikan yang sebesar 20 persen dari APBN harus betul-betul dimanfaatkan secara optimal. Tapi yang perlu kita pikirkan bersama adalah keberlanjutan setelah mereka lulus. Apakah mereka langsung kerja, melanjutkan kuliah, atau membangun usaha. Ini yang harus kita rumuskan bersama,” tegas Lalu Hadrian.

Ia menambahkan bahwa DPR RI terus mendorong pemanfaatan anggaran pendidikan untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Kerja sama dengan DUDI adalah salah satu bentuk transformasi yang harus dilakukan. SMK Jateng sudah memulainya, dan ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” lanjutnya.

Selain itu, Lalu juga mengapresiasi potensi penguatan kolaborasi antara lembaga riset seperti BRIN dengan sekolah vokasi seperti SMK Jateng. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mendorong inovasi berbasis kebutuhan lokal dan mempersiapkan lulusan SMK yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Penguatan kerja sama antara BRIN dan SMK harus kita dorong agar riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi menyentuh dunia nyata,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai aspirasi, baik dari tenaga pendidik, siswa, maupun stakeholder pendidikan di daerah. Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain menyangkut perlunya dukungan beasiswa berkelanjutan, peningkatan fasilitas praktik industri, hingga percepatan sinkronisasi kurikulum vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Anggota Komisi X DPR RI lainnya, Abdul Fikri Faqih, menyampaikan bahwa kunjungan seperti ini penting untuk memastikan kebijakan pendidikan nasional berjalan dengan baik di lapangan. “Kami ingin mendengar langsung, bukan hanya dari laporan di atas meja. Apakah program pemerintah sampai, apakah tepat sasaran, dan apa yang bisa kami dorong dari DPR untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.

Kegiatan masa reses ini menunjukkan bahwa peran DPR RI tidak berhenti di ruang sidang, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat. Melalui kunjungan ke SMK Jateng, para anggota Komisi X tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kelompok rentan.

Dengan berakhirnya kunjungan, para anggota Komisi X DPR RI berjanji akan membawa semua aspirasi dan temuan lapangan ke rapat-rapat kerja bersama pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan ke depan. “Mari kita berpikir bersama untuk kemajuan pendidikan Indonesia,” tutup Lalu Hadrian Irfani dengan penuh harap.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Dwi annang s
Jumat, 25 Jul 2025

Alhamdulillah bisa menjadi percepatan sinkronisasi kurikulum vokasi dengan kebutuhan dunia kerja

Balas
Elmina
Jumat, 25 Jul 2025

Puji Tuhan…ikut berpartisipasi didunia pendidikan

Balas

Beri Komentar