Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Mendikdasmen Sapa Murid SMK

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta, (Tanggal Acara) – Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti acara MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Ramah untuk siswa baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia, yang digelar secara daring dan luring di lima pulau berbeda pada hari Rabu, 23 Juli 2025. Acara bertajuk “Sapa Murid SMK” tahun 2025 ini menjadi ajang memperkenalkan dunia pendidikan vokasi kepada para peserta didik baru sekaligus menghadirkan kisah inspiratif dari alumni SMK yang telah meraih sukses.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.A., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh peserta didik baru. Ia menegaskan bahwa memasuki SMK adalah langkah penting dalam meraih masa depan gemilang. “Tahapan pendidikan yang sangat penting telah saudara-saudara lalui dan ketika kalian semua memasuki pendidikan di SMK, memasuki hari-hari baru, tentu saja semuanya memiliki semangat, memiliki asa dan cita yang baru untuk mencapai masa depan yang jaya,” ujar Prof. Mu’ti.

Acara yang disiarkan langsung dari kanal YouTube Kemendikdasmen ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, serta berbagai pejabat daerah dan tokoh pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti menekankan pentingnya bekal keterampilan di SMK, tidak hanya keterampilan teknis (hard skill) tetapi juga keterampilan sosial (soft skill) seperti berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, dan integritas. “Mereka yang sukses adalah mereka yang punya karakter yang kuat. Karena dunia kerja itu membutuhkan mereka yang punya integritas, mereka yang punya kejujuran, mereka yang punya kemampuan berkolaborasi, dan mereka yang punya kreativitas untuk merancang sesuatu yang baru,” tegasnya.

Salah satu highlight acara adalah sharing session dari dua alumni SMK yang sukses. Kiki, lulusan SMK Tata Boga dari Medan dan runner-up MasterChef Indonesia, membagikan perjalanan kerja kerasnya. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak datang instan. “Enggak ada proses yang instan. Itu yang pertama yang harus kalian tahu. Nah, cuman juga jangan kerja keras tapi kerja keras doang tapi enggak pakai otak,” ujar Kiki, yang sempat memasak bersama peserta secara virtual, menimbulkan kesan lucu namun hangat. Mentor Kiki, Chef Andre, memberikan nasihat penting: “Kalau kamu mau kerja gerak kamu cepat, karir kamu cepat, kamu harus kerja pakai otak. Dalam artian apa? kamu jangan terjebak nyaman.”

Selain itu, Alberto yang merupakan pemain U-17 Indonesia juga membagikan pengalamannya. Ia menyampaikan bahwa daya juang dan ketekunan adalah kunci utama. “Kuncinya adalah apa? Persistance dan juga terus bekerja keras. Saya selalu konsisten tuh ikut kompetisi, ikut sambil semua chance dan peluang,” katanya. Keduanya sepakat bahwa gagal bukanlah akhir. “Yang bisa dikatakan gagal adalah ketika kita berhenti untuk mencoba,” tambah Mas Kiki.

Direktur Jenderal Tatang Muttaqin dalam laporannya menegaskan bahwa tujuan pendidikan vokasi adalah mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang unggul. Ia mengacu pada konsep “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai fondasi penting. “Kita tuh anak-anak yang sudah dididik ya sekolah di SMK itu dididik ilmu, attitude harus lebih dari itu,” ucapnya.

Menteri Abdul Mu’ti menambahkan, “Kita harus punya cita-cita. Itu kunci yang pertama. Karena dengan itu kita memiliki sikap dan memiliki orientasi untuk kita ini berubah. Kita ini bisa menjadi lebih baik.” Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak mudah menyerah. “Karena itu maka jangan pernah mengatakan tidak bisa. Mengatakan sulit boleh karena memang tidak semua hal itu mudah dilakukan,” pungkasnya.

Acara juga menampilkan video MPLS dari berbagai daerah seperti NTT, Kaltim, Sulsel, Sumatera Selatan, dan Jawa, menunjukkan semangat dan antusiasme peserta didik baru di seluruh pelosok negeri. Selain itu, diadakan juga sesi tanya jawab interaktif dan pemberian apresiasi kepada para peserta kuis serta video kreatif terkait kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Kisah sukses Kiki dan Alberto menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMK memiliki potensi besar untuk bersaing dan sukses di kancah nasional bahkan internasional. Acara MPLS Ramah 2025 ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan arah bagi para siswa baru SMK untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Antar subandana
Kamis, 24 Jul 2025

Selamat pagi ceria bapak Mentri..

Balas

Beri Komentar