Semarang – Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan sosialisasi penting bagi satuan pendidikan SMK se-Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 10.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh para pengawas, kepala sekolah, dan pejabat struktural Dinas Pendidikan dengan dipandu oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ainur Rojik.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan bahwa implementasi kurikulum yang baru harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri agar lulusan SMK memiliki daya saing dan kompetensi unggul. “Kurikulum SMK harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Pengawas dan kepala sekolah harus bersinergi dalam menyukseskan implementasi kurikulum ini,” tegas Sadimin.
Ia juga menekankan pentingnya pengesahan kurikulum melalui aplikasi Elektronik Kurikulum Sekolah Pendidikan (EKSP) agar seluruh satuan pendidikan dapat segera menyesuaikan. Sadimin turut mengingatkan agar distribusi pengawas dilakukan merata, serta pengawas lama bersedia membimbing pengawas baru. “Selamat bekerja untuk para pengawas. Mari saling membimbing dan mendampingi sekolah binaan agar pelaksanaan perubahan kurikulum ini berjalan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, Sadimin menyoroti perlunya kolaborasi erat antara SMK dan industri, serta dukungan penuh dari empat pilar pendidikan: sekolah, orang tua, masyarakat, dan media sosial. Ia juga mengajak seluruh SMK untuk ikut mendukung pelaksanaan program “Pagi Ceria” dalam rangka Hari Anak Nasional pada 24 Juli 2025. Tak hanya itu, ia menargetkan Jawa Tengah kembali menjadi juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tahun ini. “Kami berharap dukungan penuh dari semua pihak agar Jawa Tengah kembali mengukir prestasi di LKS tingkat nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Samsudin Isnaeni, dalam paparannya menjelaskan arah kebijakan pendidikan Jawa Tengah yang terintegrasi dengan Visi Misi Gubernur serta target RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026. “Seluruh kebijakan pendidikan di Jawa Tengah harus berorientasi pada pencapaian program unggulan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam sektor pendidikan,” ungkapnya.
Samsudin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng tengah menyiapkan sistem pendidikan menengah yang lebih relevan dengan dunia kerja, termasuk membentuk Satuan Tugas Pengamanan Data Digital atau ‘Cyber Security’ dengan memberdayakan ahli IT Jateng dan siswa SMK. Ia juga menyampaikan target pemerataan sekolah unggulan di setiap kecamatan, pengembangan sekolah inklusif, serta penanganan tuntas terhadap kasus bullying di satuan pendidikan.
“Pendidikan berkualitas dan merata akan diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan guru, pemberian beasiswa untuk siswa miskin, serta pengembangan sekolah berbasis potensi lokal seperti agroindustri, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” jelas Samsudin. Ia menambahkan bahwa kerjasama multipihak dan multisektor menjadi kunci dalam menyukseskan arah kebijakan pendidikan tahun 2026, termasuk dalam mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Dari sisi data, Dinas Pendidikan mencatat bahwa hingga 30 Juni 2025, jumlah total sekolah di Jawa Tengah mencapai 2.593 sekolah, terdiri dari 866 SMA, 1.559 SMK, dan 188 SLB. Total siswa tercatat sebanyak 1.290.494 orang, dengan 810.737 siswa berada di jenjang SMK. Jumlah guru seluruhnya mencapai 72.397 orang. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif, dengan angka IPM tahun 2024 mencapai 73,87 atau meningkat 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Samsudin menguraikan bahwa pentahapan arah kebijakan pendidikan di Jawa Tengah dibagi menjadi lima tahap mulai 2026 hingga 2030. “Tahap awal fokus pada pemerataan akses, lalu pemantapan mutu dan karakter, peningkatan relevansi pendidikan dengan kompetensi, hingga akhirnya pada 2030 kita berharap terwujud pendidikan bermutu berbasis teknologi, sains, dan kearifan lokal yang mampu melahirkan insan berdaya saing global,” jelasnya.
Secara khusus, visi program SMK ditegaskan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi. Kolaborasi mendalam dan menyeluruh antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja menjadi strategi utama. Tiga bidang keahlian yang menjadi fokus pengembangan adalah agribisnis dan agriteknologi, pariwisata, serta seni dan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan menengah kejuruan memiliki pemahaman yang utuh dan selaras dalam mengimplementasikan perubahan kurikulum. Dukungan seluruh pihak menjadi kunci sukses transformasi pendidikan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap dinamika dunia kerja serta kebutuhan peserta didik di era global.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang






Users Today : 926
Users Yesterday : 729
This Month : 18544
This Year : 131003
Total Users : 782085
Views Today : 2036
Total views : 3931496
Who's Online : 5





Sosialisasi pendidikan di jawa tengah
Mantaaabbb’s . . .
Sukses BMW bekerja mahasiswa dan wirausaha.. Jaya SMKN 10 Smg.. 🙏
Kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan pendidikan.
💯👍👍
Beri Komentar