BBGTK Jawa Tengah menggelar Zoom meeting pada Minggu, 20 Juli 2025 pukul 10.00 WIB dengan topik “Penyamaan Persepsi Pengajar PM Guru” sebagai persiapan pelaksanaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) bagi guru sasaran tahap 1 yang akan dimulai pada 22 hingga 26 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keselarasan pemahaman di antara para pengajar agar pelaksanaan pelatihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Zoom meeting tersebut diikuti oleh para fasilitator/pengajar. Ketua Kerja Penguatan Kompetensi dari BBGTK Jawa Tengah, Nico, membuka pertemuan daring ini dengan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dimulainya acara. Ia menjelaskan bahwa terjadi kendala dalam pengaturan fasilitator, yang menyebabkan penyesuaian perlu dilakukan secara mendadak.
“Saya mohon maaf atas keterlambatan ini karena ada pengaturan fasilitator yang tidak bisa hadir. Kami sudah mengajukan pengganti untuk memastikan kegiatan tetap berjalan lancar,” ujar Nico dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya forum ini sebagai ajang untuk menyatukan persepsi dan menyamakan langkah para pengajar, demi keberhasilan program pelatihan bagi guru sasaran. “Mari kita samakan persepsi agar pelaksanaan guru sasaran sukses. Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi proses penting dalam meningkatkan kualitas guru di lapangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Iqbal Khamdani selaku Koordinator Fasilitator BBGTK Jateng, memaparkan secara rinci capaian yang diharapkan dari pelatihan PM. Menurutnya, guru yang mengikuti pelatihan ini nantinya harus mampu menerapkan pola pikir bertumbuh, memahami keterkaitan kerangka pembelajaran dengan prinsip dan pengalaman belajar, serta mampu merancang dan mengimplementasikan asesmen dan rencana pembelajaran yang mendalam.
“Pelatihan ini dirancang agar guru benar-benar siap mengubah cara pandang dan praktik pembelajaran di kelas. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata melalui inkuiri kolaboratif di kelompok belajar masing-masing,” jelas Iqbal.
Iqbal menambahkan bahwa pelatihan PM menggunakan pendekatan flipped learning, di mana peserta terlebih dahulu melakukan pembelajaran mandiri secara daring sebelum mengikuti sesi tatap muka. Materi daring dapat diakses melalui Learning Management System (LMS) dalam bentuk bacaan dan video pembelajaran. Sesi luring akan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu In-Service Learning 1 (IN-1), On-the-Job Training (ON), dan In-Service Learning 2 (IN-2).
Pada tahap IN-1, peserta akan dibekali pengetahuan esensial dan nilai-nilai yang mendasari Pembelajaran Mendalam. Tahap ON bertujuan agar peserta mampu menerapkan materi pelatihan di lingkungan sekolah atau kelompok kerja secara langsung. Kemudian tahap IN-2 menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, melakukan refleksi, dan merancang tindak lanjut yang berkelanjutan.
Penilaian dalam pelatihan ini pun dirancang secara komprehensif. Aspek yang dinilai mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pengetahuan diukur melalui tes dan penugasan, sementara sikap dan keterampilan diamati melalui rubrik yang disusun khusus untuk pelatihan ini. Nilai akhir peserta (NA) dihitung berdasarkan formula: NA = 20% Nilai Sikap (NS) + 60% Nilai Penugasan (NP) + 20% Nilai Tes Akhir (TA).
“Setiap aspek akan dinilai dengan cermat agar kita benar-benar memastikan kualitas lulusan pelatihan ini. Ini bukan sekadar angka, tetapi gambaran utuh tentang kesiapan guru untuk mengimplementasikan perubahan di kelas,” ungkap Iqbal.
Dengan ditetapkannya jadwal pelatihan pada 22–27 Juli 2025, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat bekerja secara sinergis. Fasilitator dituntut untuk memahami desain pelatihan dengan baik dan mampu mendampingi guru sasaran dalam menjalani proses belajar yang transformatif.
Nico kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, mulai dari BBGTK sebagai penyelenggara, fasilitator, hingga pihak sekolah. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemahaman yang sama, kerja sama yang erat, dan semangat untuk tumbuh bersama demi pendidikan yang lebih bermakna,” tutupnya.
Dengan pelaksanaan yang matang, pelatihan PM ini diharapkan dapat menjadi katalisator peningkatan kompetensi guru dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas. Inisiatif BBGTK Jateng menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mewujudkan guru pembelajar yang tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan berkembang.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, Kepala SMK Negeri 10 Semarang dan Fasilitator PM BBGTK Jateng

Beri Komentar