Info Sekolah
Sabtu, 02 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Webinar MPLS Jawa Tengah Dorong Remaja Akses Informasi Kesehatan Reproduksi dan Cegah Perkawinan Dini

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang-Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan webinar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan fokus pada isu kesehatan reproduksi, perkawinan dini, dan edukasi seksual bagi remaja. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan siswa dari berbagai SMA, SMK, dan SLB di Jawa Tengah dan disiarkan secara virtual, Jumat (18/7).

Webinar yang berlangsung pagi hingga siang hari ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr. Widiar Ristin Siri dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Ardian Agil Waskito dari DP3 AP2KB Provinsi Jawa Tengah, dan Anis Sapitri dari Koordinator Zat Center Pilar PKBI Jawa Tengah. Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, terutama dalam hal kesehatan reproduksi, edukasi seksual, serta dampak negatif perkawinan dini.

“Kami ingin anak-anak bisa tumbuh menjadi remaja yang sehat dan mampu melanjutkan masa depannya dengan baik,” ujar Dr. Widiar Ristin Siri saat memberikan paparan materi terkait kesehatan reproduksi.

Salah satu topik yang mendapat perhatian besar adalah perbedaan antara cinta yang sehat dan tekanan emosional yang dibungkus dalam romantika hubungan. Nadifa Oraksani Putri, siswi SMK Negeri 1 Batang, bertanya mengenai fenomena banyaknya remaja yang menikah dini karena dorongan rasa memiliki yang berlebihan. Ardian Agil Waskito menegaskan pentingnya edukasi emosional dan kesiapan psikologis sebelum memutuskan menikah.

“Cinta yang sehat itu tidak memaksa, tidak mengekang, dan tidak menimbulkan tekanan. Ini adalah bagian dari penguatan karakter generasi muda agar tidak mudah terbawa arus emosi,” katanya.

Webinar ini juga menyoroti pentingnya ruang aman bagi remaja untuk berbicara dan bertanya tentang isu sensitif seperti kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual. Anis Sapitri mengingatkan bahwa stigma negatif terhadap edukasi seksual sering kali menjadi penghambat bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang benar.

“Kami mengimbau kepada guru dan orang tua untuk menyediakan ruang yang tidak men-judge, ruang yang bisa menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk bertanya dan mencari solusi,” ujar Anis.

Selain itu, para narasumber juga menyampaikan pentingnya literasi digital bagi remaja di tengah arus informasi yang begitu deras. Mereka mengimbau agar remaja lebih selektif dalam menggunakan internet dan media sosial, serta lebih fokus pada aktivitas yang produktif.

“Gunakan internet untuk mencari informasi yang positif. Jangan terlalu banyak scroll media sosial. Fokuslah untuk berkarya,” imbuh Anis.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti oleh antusiasme tinggi dari peserta. Ribuan tangan virtual terlihat mengacung sebagai tanda ingin bertanya. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, hanya beberapa pertanyaan saja yang bisa dijawab oleh narasumber.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong akses informasi yang benar bagi remaja.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme anak-anak dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga ini menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menjalani masa depan,” tutupnya.

Webinar MPLS ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperingati Hari Anak Nasional sekaligus mencegah maraknya kasus perkawinan dini dan risiko kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Dengan memberikan edukasi yang tepat dan menyediakan ruang aman, diharapkan generasi muda Jawa Tengah dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Muslim Anwar
Senin, 21 Jul 2025

Semoga remaja Indonesia menjadi generasi yg sehat guna menyongsong masa depan yg hebat.

Balas
Elmina
Senin, 21 Jul 2025

Webinar MPLS 2025

Balas
Suparman, S.Pd
Senin, 21 Jul 2025

👍👍👍👍

Balas

Beri Komentar