Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

SMK Negeri 10 Semarang Fokus Perbanyak Siswa Putri, Bentuk Ekosistem Sekolah yang Lebih Harmonis

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMK Negeri 10 Semarang resmi berakhir. Dari hasil seleksi tersebut, tercatat peningkatan signifikan dalam jumlah pelajar putri yang diterima, sejalan dengan program prioritas sekolah untuk menciptakan keseimbangan gender di lingkungan pendidikan vokasi.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pelajar putri bukan semata untuk memenuhi kuota, tetapi merupakan bagian dari strategi besar sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan humanis. Ia menjelaskan bahwa keberagaman gender yang seimbang berdampak langsung terhadap kultur sekolah yang lebih positif. “Penambahan jumlah pelajar putri adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membentuk ekosistem sekolah yang lebih tertib dan harmonis. Alhamdulillah, potensi tawuran pelajar yang dulu menjadi momok sudah hilang dari SMK ini,” ujar Ardan saat ditemui di sela-sela evaluasi PPDB, Selasa (15/7).

Data menunjukkan bahwa pada tahun pelajaran 2022/2023, komposisi pelajar di SMK Negeri 10 Semarang masih sangat timpang, yakni 75 persen putra dan hanya 25 persen putri. Ketimpangan ini sempat menjadi salah satu faktor pemicu kerawanan sosial di kalangan siswa. Melalui program reorientasi penerimaan peserta didik yang mulai digulirkan sejak 2023, perlahan angka tersebut mulai berubah. Pada PPDB 2025/2026, persentase siswa putra dan putri sudah mencapai 56:44.

“Kami menargetkan dalam empat tahun, perbandingan siswa putra dan putri bisa ideal, yakni 50:50. Dengan capaian tahun ini, berarti tinggal satu tahun lagi untuk mencapai target tersebut,” jelas Ardan. Ia menambahkan bahwa komposisi siswa yang seimbang turut mendukung iklim belajar yang lebih kompetitif dan sehat, karena dinamika sosial di dalam kelas menjadi lebih beragam dan menyenangkan.

Pihak sekolah sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon pelajar putri. Salah satunya adalah memperkuat branding program keahlian yang ramah perempuan, seperti Rekayasa Perangkat Lunak, dan Manajemen Logistik. Selain itu, sekolah juga rutin menggelar sosialisasi ke SMP dengan menampilkan profil siswa putri berprestasi sebagai inspirasi.

“Dulu banyak orang tua yang ragu menyekolahkan anak perempuannya ke SMK karena citranya keras dan maskulin. Sekarang kami tunjukkan bahwa SMK juga bisa menjadi tempat tumbuh yang aman dan penuh prestasi untuk anak perempuan,” terang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Helmi Yuhdana.

Salah satu siswi baru yang lolos PPDB 2025/2026, Alfi Nur Maulida Khoir, mengaku memilih SMKN 10 Semarang karena tertarik dengan jurusan Manajemen Logistik dan melihat banyak kakak kelas perempuan yang aktif dan berprestasi. “Saya lihat di media sosial sekolah, ada banyak kegiatan kreatif. Jadi saya tertarik dan yakin bisa berkembang di sini,” katanya.

Perubahan iklim sekolah yang lebih damai juga diakui oleh para guru. Guru Bimbingan dan Konseling, Wildan Sugiharto, mengatakan bahwa sejak jumlah pelajar putri meningkat, interaksi antar siswa menjadi lebih terkendali dan saling menghargai. “Dulu, gesekan antarkelompok sering terjadi. Tapi sekarang, lebih banyak kolaborasi dan kegiatan positif. Energi mereka disalurkan ke hal-hal yang produktif,” ujarnya.

Langkah SMKN 10 Semarang ini pun mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Dalam kunjungan monitoring beberapa waktu lalu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I memuji strategi yang dilakukan oleh sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan aman. 

Kini, SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya dikenal sebagai sekolah vokasi yang berhasil menekan angka tawuran, tetapi juga sebagai pelopor dalam menciptakan kesetaraan dan keseimbangan gender di dunia pendidikan kejuruan. Program prioritas memperbanyak pelajar putri terbukti bukan hanya soal angka, tetapi tentang membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif, aman, dan berprestasi.

Dengan satu tahun tersisa menuju target ideal 50:50, SMK Negeri 10 Semarang terus melangkah mantap. Ardan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan berhenti berinovasi untuk menghadirkan sekolah yang nyaman bagi semua. “Ini bukan hanya tentang mencegah tawuran, tapi tentang memberikan ruang yang setara bagi semua anak untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi. Pendidikan harus adil dan merangkul semua potensi,” pungkasnya.

Penulis : Dini Riyani, Sekretaris SPMB SMK Negeri 10 Semarang
Artikel ini memiliki

6 Komentar

Ferdi
Kamis, 17 Jul 2025

Alhamdulillah semoga berkah dan manfaat

Balas
Susanti
Kamis, 17 Jul 2025

Semoga program yang sudah dilakukan membuahkan hasil yang terbaik 👍

Balas
Eni Supriyati
Kamis, 17 Jul 2025

Salah satu upaya yg cerdas untuk mengurangi tawuran . Sangat keren .Semoga SMK N10 terus berkembang dan kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat .

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Kamis, 17 Jul 2025

Mantaaabbb’s. . . .

Balas
Elmina
Kamis, 17 Jul 2025

Merdeka…untuk lanjutkan cita cita RA.Kartini

Balas
Nindar
Kamis, 17 Jul 2025

The best

Balas

Beri Komentar