Semarang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar webinar bertajuk Kadinas Menyapa, Selasa, 15 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta dari seluruh Jawa Tengah. Webinar tersebut menjadi ruang komunikasi strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan para pemangku kebijakan satuan pendidikan guna memperkuat sinergi, meningkatkan mutu layanan, dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan pendidikan.
Dalam laporan ketua panitia, Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Jateng, Nasihin, menyampaikan bahwa kegiatan Kadinas Menyapa merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan arah kebijakan pendidikan. “Kami mencatat ada ratusan kepala sekolah yang bergabung secara daring hari ini. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari seluruh insan pendidikan untuk terus bergerak maju bersama,” ungkap Nasihin.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, hadir langsung dan memberikan arahan sekaligus apresiasi terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Menurutnya pelaksanaan SPMB berhasil diselesaikan secara baik dan transparan. Dari total daya tampung sebanyak 228.266 kursi, tercatat 223.671 kursi sudah terisi atau mencapai keterisian 97,99 persen. “Kita patut bersyukur karena masalah besar tidak muncul, dan kursi kosong yang tersisa tidak perlu dipaksakan untuk diisi. Itu adalah bagian dari dinamika seleksi yang wajar,” jelas Sadimin.
Lebih lanjut, Kadinas menjelaskan filosofi kerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam slogan Ngopeni Nglakoni Jateng, sebagai wujud komitmen pelayanan pendidikan yang inklusif dan menyeluruh. Slogan ini, kata Sadimin, selaras dengan visi dan misi Gubernur Jawa Tengah 2025–2030, yaitu “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045.”
Adapun misi utama dalam pembangunan pendidikan di Jawa Tengah meliputi penguatan budaya integritas, peningkatan layanan dasar yang inklusif, tata kelola yang responsif, pembangunan infrastruktur yang merata, hingga stabilitas sosial berbasis budaya lokal. “Kita tidak sekadar membangun gedung, tapi juga karakter. Tidak hanya mengatur anggaran, tapi juga membina integritas. Pendidikan harus menjadi jalan perubahan menuju masa depan,” tegas Sadimin dalam pemaparannya.
Dalam kesempatan itu pula, Sadimin memaparkan tiga fokus kerja utama Pemprov Jateng: Jateng Sigap, Jateng Makmur, dan Jateng Nyaman. Ketiganya menjadi pilar kerja terintegrasi untuk mendorong kualitas pendidikan. Jateng Sigap mengedepankan tata kelola pemerintahan yang responsif, Jateng Makmur berfokus pada pembangunan ekonomi inklusif berbasis sektor unggulan, sementara Jateng Nyaman memastikan stabilitas sosial dan kenyamanan layanan pendidikan.
Di sektor pendidikan, Disdikbud Jateng mencatat terdapat 2.593 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB dengan total 72.397 guru yang melayani lebih dari 1,29 juta siswa. Namun demikian, beberapa isu strategis masih menjadi tantangan bersama, seperti rendahnya partisipasi sekolah, pembiayaan yang belum akuntabel, dan daya saing lulusan yang masih perlu ditingkatkan.
Menanggapi persoalan tersebut, Disdikbud menetapkan tiga prioritas pembangunan pendidikan, yakni pemerataan akses, peningkatan mutu, dan tata kelola. Dalam aspek akses, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), rehabilitasi sarana prasarana, penyelenggaraan kelas virtual, serta pemberian beasiswa menjadi prioritas. Sementara untuk peningkatan mutu, fokus diarahkan pada penguatan literasi, pendidikan karakter, kurikulum berbasis kearifan lokal, magang industri, sertifikasi keahlian, serta revitalisasi SMK dan mata pelajaran kewirausahaan.
Dari sisi tata kelola, pemanfaatan sistem perencanaan digital, transparansi anggaran, serta layanan pengaduan berbasis media sosial terus dioptimalkan. “Kita tidak ingin kepala sekolah pusing dengan hal administratif. Fokus mereka harus pada pendampingan belajar siswa. Karena itu, sistem kita sederhanakan dan kita buka ruang kontrol publik,” tutur Sadimin.
Terkait realisasi anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2025, dilaporkan sudah mencapai lebih dari Rp119 miliar dari total Rp245,8 miliar atau sekitar 47-52 persen tergantung wilayah. “Meski belum sepenuhnya maksimal, namun kita optimis pada triwulan berikutnya serapan akan meningkat,” ujar Nasihin.
Selain evaluasi SPMB dan pengelolaan anggaran, Kadinas juga menyoroti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tahun ini yang berlangsung selama lima hari kerja dengan prinsip edukatif, inklusif, dan partisipatif. Materi yang disampaikan antara lain Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, literasi, numerasi, dan pencegahan masalah sosial seperti narkoba, judi online, hingga pornografi. Sadimin menegaskan, “Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada penghinaan lewat atribut, dan tidak boleh ada kegiatan di luar pengawasan guru. Kita ingin MPLS menjadi awal yang ramah bagi semua siswa.”
Webinar juga membahas beberapa catatan penting yang menjadi perhatian bersama, seperti larangan outing class karena belum ada petunjuk teknis resmi, kewajiban tracer study untuk menelusuri jejak lulusan, serta pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran sekolah. Kepala sekolah juga diminta untuk tidak meninggalkan sekolah tanpa izin saat proses pembelajaran berlangsung.
Di penghujung acara, Kadinas menekankan bahwa seluruh kebijakan dan langkah yang diambil bertujuan membentuk generasi yang mandiri, kompetitif, dan berwawasan global, sekaligus mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan profesional. “Pendidikan adalah urusan masa depan. Maka, mari kita rawat dan kembangkan dengan sungguh-sungguh. Tidak ada lagi alasan untuk tertinggal,” pungkas Sadimin.
Webinar Kadinas Menyapa kali ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan langkah antar pemangku kepentingan di sektor pendidikan Jawa Tengah. Dengan semangat kolaborasi dan prinsip transparansi, diharapkan dunia pendidikan di provinsi ini mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Mantap !!
Pendidikan transparan…
Beri Komentar