Semarang, 11 Juli 2025 — Sebanyak 32 kepala sekolah dari SMK di Kota Semarang hari ini mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Kontrak Kerjasama Pelatihan Pembelajaran Mendalam bersama Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni Budaya Yogyakarta. Kegiatan berlangsung di SMK Negeri 6 Semarang, yang ditunjuk sebagai pusat belajar untuk wilayah Kota Semarang.
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMK Negeri 6 Semarang, Almiati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada SMK Negeri 6 Semarang sebagai pusat belajar. Ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Semarang,” ujar Almiati.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program nasional peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, terutama dalam menghadapi tantangan global dan mempersiapkan pendidikan Indonesia menuju Bonus Demografi 2035 serta Visi Indonesia Emas 2045. Program ini difokuskan pada pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta penguasaan teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (KA) dan koding.
Dalam pemaparannya, Feri Trio Harmoni, narasumber dari BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan kemampuan pedagogi modern. “Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik, mengingat rendahnya capaian Indonesia dalam asesmen PISA 2022,” jelas Feri.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan zaman yang begitu cepat menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih dalam dan menyeluruh. “Kita butuh pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tapi juga kesadaran, makna, keterlibatan aktif, dan kolaborasi antar disiplin ilmu,” lanjutnya.
Senada dengan itu, narasumber lainnya, Yusron Kurniawan, memaparkan definisi dan kerangka pembelajaran mendalam. “Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Pendekatan ini mendukung dimensi profil pelajar Pancasila yang beriman, kreatif, kritis, kolaboratif, dan mandiri,” terang Yusron.
Pelatihan ini dirancang dalam skema IN-ON-IN yang terdiri dari pelatihan awal selama 40 jam pelajaran (JP), tugas tindak lanjut selama tiga bulan (120 JP), dan pelatihan lanjutan selama 20 JP. Dalam proses ON, peserta akan melakukan praktik nyata, mulai dari menyusun rencana pembelajaran, mengajar, membuat video pembelajaran, hingga berdiskusi dalam kelompok belajar.
Program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, dari TK hingga SMK, serta pendidikan non-formal. Total sekolah sasaran di seluruh Indonesia mencapai 59.546 sekolah, dengan jumlah guru yang siap dilatih sebanyak 56.557 orang. Khusus Kota Semarang, pelatihan akan dilaksanakan pada 21 hingga 24 Juli 2025.
Biaya pelatihan ditanggung oleh masing-masing sekolah melalui dana BOS Reguler atau BOS Kinerja. Sekolah diminta mengirimkan empat peserta, terdiri atas satu kepala sekolah dan tiga guru. Kontrak kerja sama harus dilengkapi, dan biaya pelatihan dibayarkan paling lambat tanggal 15 Juli 2025.
Feri menekankan bahwa keberhasilan pelatihan ini tidak hanya ditentukan oleh kehadiran peserta, tetapi juga oleh tindak lanjut di sekolah masing-masing. “Setelah pelatihan, peserta wajib melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat melalui forum seperti MGMP, KKG, atau MKKS. Tujuannya agar terjadi kesinambungan dalam budaya belajar kolaboratif dan inkuiri di sekolah,” jelasnya.
Pelaksanaan pelatihan di Kota Semarang menjadi bagian dari rangkaian besar di wilayah Jawa Tengah yang mencakup 727 sekolah di 35 kabupaten/kota. Sebelumnya, kegiatan serupa juga akan dilakukan di beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang digelar di SMK Negeri 6 Semarang, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, turut hadir dan menunjukkan komitmen penuh terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Ardan menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pembelajaran Mendalam sebagai langkah konkret peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami di SMK Negeri 10 Semarang menyambut baik program ini. Kami siap menjadi bagian dari perubahan dan berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam secara serius dan berkelanjutan,” tegas Ardan.
Menurutnya, pelatihan yang difasilitasi BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta ini sangat relevan dengan tantangan zaman yang menuntut guru dan kepala sekolah memiliki kapasitas pedagogis yang kuat, berpikiran terbuka terhadap teknologi seperti kecerdasan artifisial dan koding, serta mampu mendorong siswa agar berpikir kritis dan kreatif.
“Kami percaya, Pembelajaran Mendalam bukan hanya metode, tetapi juga semangat baru dalam dunia pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif pembelajaran. Ini sejalan dengan visi kami di SMK Negeri 10 Semarang untuk menciptakan lulusan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Ardan.
Keterlibatan kepala sekolah dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan bukan hanya tugas guru semata, tetapi juga memerlukan kepemimpinan visioner di tingkat sekolah. Dengan semangat kolaboratif, Ardan berharap program ini tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi berlanjut hingga ruang-ruang kelas dan komunitas belajar.
Kegiatan hari ini ditutup dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta dan 32 sekolah sasaran. Momen ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Semarang, terutama dalam menyongsong tantangan masa depan yang semakin kompleks dan digital.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menerapkan pembelajaran yang mendalam, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Seperti disampaikan oleh Feri, “Kita ingin mencetak generasi pembelajar sepanjang hayat yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan siap berkolaborasi di tengah dinamika global yang terus berubah.”
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar