Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Webinar Nasional Sosialisasi Penelusuran Tamatan SMK 2025

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta, 10 Juli 2025 — Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali menggelar Webinar Sosialisasi Penelusuran Tamatan SMK Tahun 2025, Rabu (10/7), secara daring melalui kanal YouTube dan Zoom resmi Direktorat SMK. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, kepala sekolah, guru, dan operator SMK dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menyukseskan program tracer study nasional yang bertujuan menelusuri jejak lulusan SMK setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Tracer study menjadi salah satu instrumen penting dalam pemetaan kualitas dan keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja.

“Penelusuran tamatan bukan sekadar formalitas pelaporan, tetapi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi. Melalui data ini kita bisa mengetahui ke mana lulusan kita terserap, apakah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi,” jelas Sartana, Kasubdit Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Direktorat SMK, saat membuka acara mewakili Direktur SMK.

Dalam sambutannya, Sartana menegaskan bahwa data tracer study akan digunakan sebagai dasar evaluasi kurikulum, penguatan program keahlian, serta perbaikan layanan pendidikan di SMK. “Kami berharap satuan pendidikan tidak hanya mengisi karena kewajiban, tetapi menjadikan ini alat evaluasi dan peningkatan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Bangkit Ari Murti, Kasubtim Kepekerjaan dan Penelusuran Tamatan, dalam laporannya menjelaskan bahwa penelusuran tamatan akan dilaksanakan secara daring dengan sistem aplikasi yang diperbarui. “Tahun ini kami hadirkan sistem yang lebih terintegrasi, termasuk dashboard verifikasi data oleh satuan pendidikan dan dinas pendidikan. Ini bertujuan memastikan data alumni valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dalam sesi pemaparan teknis, Abdul Rizal Adompo, pengembang aplikasi tracer study, memperkenalkan sejumlah pembaruan aplikasi tahun 2025. Salah satu fitur barunya adalah proses verifikasi dan validasi (verval) data lulusan oleh sekolah dan dinas sebelum alumni bisa mengisi survei.

“Berdasarkan masukan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini alumni baru dapat mengisi survei setelah sekolah dan dinas memverifikasi data mereka di dashboard verval. Ini penting agar data yang terkumpul benar-benar sesuai dengan kondisi nyata,” jelas Rizal.

Ia juga menambahkan bahwa alumni akan mendapatkan link survei setelah lulus, dan jika mereka bekerja, link tersebut juga dapat dikirim ke atasan langsung mereka untuk mendapatkan penilaian pengguna lulusan. “Ini bentuk integrasi langsung dengan dunia industri, tanpa perlu proses registrasi tambahan oleh perusahaan,” ungkapnya.

Sesi materi kebijakan kemudian dilanjutkan oleh Syukrul Hamdi, dari Universitas Negeri Yogyakarta, yang menegaskan bahwa instrumen tracer study telah disusun dengan validitas dan reliabilitas tinggi. Menurutnya, ada enam kategori aktivitas utama alumni yang dilacak: bekerja, wirausaha, melanjutkan studi, kombinasi, mencari kerja, dan aktivitas lain. Setiap kategori memiliki butir pertanyaan spesifik, dengan total hingga 33 pertanyaan tergantung kategori.

“Data ini tak hanya penting bagi sekolah dan pemerintah, tapi juga menjadi dasar evaluasi relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri saat ini,” tegas Syukrul.

Menariknya, dalam sesi akhir webinar, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi juga menyampaikan pesan khusus melalui video sambutan. Ia mengajak semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, operator, hingga alumni SMK, untuk aktif terlibat dalam tracer study.

“Ini momentum penting untuk mengevaluasi apakah pendidikan vokasi benar-benar relevan dengan dunia kerja. Tanpa data yang kuat, kita akan sulit meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi,” ucapnya.

Salah satu peserta, Dina Prasetyowati dari SMK PGRI Semarang, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Sangat bermanfaat. Penjelasan aplikatif dan fiturnya memudahkan kami sebagai operator sekolah untuk memahami alur tracer study tahun ini,” komentarnya.

Kegiatan webinar ini menjadi bagian dari upaya konkret Direktorat SMK untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi. Melalui tracer study, pemerintah berharap dapat menyusun kebijakan berbasis data akurat, relevan, dan aktual demi kemajuan pendidikan kejuruan di Indonesia.

“SMK bisa, SMK hebat, vokasi kuat, menguatkan Indonesia,” pungkas MC acara menutup rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar