Semarang, 8 Juli 2025 – SMK Teuku Umar Semarang menggelar In House Training (IHT) bertema Pembelajaran Mendalam selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 7–8 Juli 2025. Bertempat di ruang rapat sekolah, kegiatan ini menghadirkan narasumber Mohammad Yunan Setyawan, guru produktif Teknik Pengelasan dari SMKN 10 Semarang sekaligus praktisi pendidikan vokasi yang dikenal aktif dalam mendorong transformasi pembelajaran di SMK.
IHT ini menjadi upaya nyata SMK Teuku Umar dalam meningkatkan kapasitas guru untuk menyelenggarakan pembelajaran yang bukan hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga mendalam secara emosional dan kognitif. Dalam pemaparan materinya, Mohammad Yunan menekankan pentingnya perubahan pola pikir sebagai fondasi dari praktik mengajar yang berdampak.
“Perubahan dalam pembelajaran tidak akan pernah terjadi jika guru masih berpikir stagnan. Kita harus memiliki growth mindset dan terus membuka diri terhadap pendekatan-pendekatan baru yang berpihak pada peserta didik,” tegas Yunan di hadapan para peserta.
Yunan menjelaskan bahwa konsep Pembelajaran Mendalam tidak sekadar mengajarkan konten, tetapi menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses belajar yang bermakna. Ia menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam proses pembelajaran di SMK. Dimensi tersebut mencakup keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan global, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan jasmani dan rohani, serta komunikasi.
“Dimensi-dimensi ini bukan sekadar slogan. Ia harus menjadi ruh dalam setiap RPP, setiap aktivitas belajar, dan setiap interaksi guru dengan siswa. SMK tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang pintar mengelas atau merakit mesin, tapi juga harus membentuk pribadi yang matang dan berkarakter,” ujar Yunan.
Selain dimensi, Yunan juga menguraikan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Menurutnya, pembelajaran yang baik adalah yang mampu membuat guru dan siswa sama-sama menyadari tujuan belajar, merasa terhubung secara pribadi dengan materi, dan menikmati prosesnya.
“Kalau siswa tidak tahu kenapa dia belajar, atau tidak menemukan relevansi antara pelajaran dan kehidupannya, maka pembelajaran tidak akan punya dampak. Bahkan yang awalnya semangat bisa jadi bosan. Tapi jika belajar itu menggembirakan dan terasa penting, hasilnya akan jauh berbeda,” jelasnya.
Dalam sesi lanjutan, Yunan memperkenalkan tiga jenis pengalaman belajar yang harus dijaga dalam setiap proses pembelajaran, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Ketiganya, menurut Yunan, merupakan satu kesatuan yang menjamin bahwa siswa benar-benar mengalami proses belajar yang menyeluruh dan mendalam.
Hari kedua pelaksanaan IHT difokuskan pada praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Pembelajaran Mendalam. Peserta dibagi berdasarkan mata pelajaran dan diminta untuk menyusun RPP yang tidak hanya memuat tujuan dan langkah-langkah pembelajaran, tetapi juga mengintegrasikan dimensi Profil Lulusan ke dalamnya.
“RPP jangan hanya jadi tumpukan kertas untuk kelengkapan administrasi. Jadikan RPP sebagai panduan menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan,” pesan Yunan kepada para guru.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Diskusi kelompok, sesi refleksi, dan tanya jawab dengan narasumber menjadi bagian dari dinamika kegiatan yang membuat peserta tetap antusias hingga akhir. Para guru tampak terlibat aktif, saling bertukar ide dan berbagi pengalaman dalam menyusun skenario pembelajaran yang lebih kontekstual dan berorientasi pada siswa.
Kepala SMK Teuku Umar, Sutji Rahayu dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Mohammad Yunan membagikan wawasan dan pengalaman dalam pembelajaran mendalam. Ia berharap pelatihan ini menjadi momentum perubahan bagi seluruh guru di lingkungan sekolah.
“Kami berharap IHT ini menjadi titik awal perubahan praktik pembelajaran di sekolah kami menjadi lebih berpihak pada siswa dan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul secara karakter,” ujarnya.
Kegiatan ini menandai komitmen SMK Teuku Umar Semarang dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, di mana penguasaan kompetensi teknis harus dibarengi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan berakhirnya pelatihan ini, seluruh guru diharapkan semakin siap untuk menerapkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan membahagiakan dalam kelas-kelas mereka.
IHT Pembelajaran Mendalam bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan bersama untuk menjadikan proses belajar sebagai ruang pertumbuhan siswa secara utuh – jasmani, intelektual, dan rohani.






Users Today : 450
Users Yesterday : 1559
This Month : 43807
This Year : 43807
Total Users : 694889
Views Today : 1035
Total views : 3702886
Who's Online : 5





Terima kasih Pak Ardan, sudah merekomendasikan pak Yunan untuk menjadi nara sumber, semoga ilmu yang telah dibagikan, memberikan dampak positif untuk kemajuan SMK TEUKU UMAR
Deep learning diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa aktif dalam melibatkan diri selama pembelajaran berlangsung dan pada akhirnya siswa merasakan makna atau arti belajar dalam kehidupan sehari-hari
Mantap.
Luar biasa. Semangat pak Yunan
Beri Komentar