Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pelatihan Pembelajaran Mendalam Resmi Ditutup, Guru Siap Jadi Fasilitator di Sekolah Sasaran

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi

Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi para guru dan kepala sekolah yang telah berlangsung selama hampir sepekan resmi ditutup pada Jumat, 4 Juli 2025, pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang dimulai sejak Minggu, 29 Juni 2025 ini digelar dalam rangka menyiapkan para pendidik menjadi fasilitator pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah sasaran di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Acara diawali dengan pembacaan basmalah oleh Sakinah, salah satu peserta pelatihan yang juga dikenal aktif dalam berbagai diskusi kelas. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Kelas Q, Ardan Sirodjuddin, yang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas seluruh proses pelatihan yang telah mereka jalani bersama.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BBGTK Jateng yang telah memberikan kepercayaan kepada kami para guru untuk mengikuti pelatihan ini. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi sebuah gerakan untuk membawa perubahan nyata di sekolah masing-masing,” ujar Ardan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ardan mengajak seluruh peserta untuk terus mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi fasilitator pembelajaran mendalam yang efektif. Ia mengingatkan bahwa tugas ke depan tidak ringan, namun mulia karena menyangkut keberhasilan implementasi program strategis pemerintah dalam dunia pendidikan.

“Kita tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tapi untuk anak-anak kita di sekolah. Mari terus latih diri agar siap mendampingi guru-guru lain dalam menghidupkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber-narasumber kompeten yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi proses belajar dengan penuh kesabaran dan disiplin. Salah satu narasumber, Rizki Puspitadewi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para peserta selama mengikuti pelatihan.

“Peserta kelas Q luar biasa. Kalian belajar dengan sungguh-sungguh, terbuka, dan penuh semangat. Itu membuat tugas kami sebagai narasumber menjadi jauh lebih mudah,” ujar Rizki.

Senada dengan Rizki, narasumber lainnya, Wiranto, mengaku terkesan dengan suasana belajar selama pelatihan. Menurutnya, peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional dalam setiap sesi pembelajaran.

“Saya merasa bersyukur karena peserta kelas ini tidak mengutamakan ego pribadi. Mereka datang dengan pikiran terbuka, hati yang siap belajar, dan semangat untuk berbagi. Suasana belajar kita sungguh berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ungkap Winarto.

Salah satu perwakilan peserta, Corona, juga menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para narasumber dan soliditas antar peserta. Menurutnya, semangat kolaborasi dan rasa saling mendukung membuat setiap tugas dan modul bisa dijalani dengan lancar.

“Terima kasih kepada para narasumber yang membimbing kami dengan luar biasa. Terima kasih juga kepada teman-teman kelas Q atas kerja samanya. Mulai dari pembukaan hingga penutupan, semua berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan,” ucap Corona dengan wajah berbinar.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan pendekatan yang mengedepankan kesadaran, kebermaknaan, dan kegembiraan dalam belajar, para fasilitator yang telah dilatih diharapkan mampu menginspirasi dan mendampingi rekan-rekan sejawat untuk menerapkan metode yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan reflektif di kelas masing-masing.

Selama enam hari pelatihan, para peserta dibekali dengan materi-materi esensial seperti Pola Pikir Bertumbuh, desain pembelajaran mendalam, peran fasilitator, pembelajaran orang dewasa, dan teknik refleksi. Sesi-sesi diskusi kelompok, praktik fasilitasi, serta umpan balik dari narasumber menjadi warna tersendiri yang memperkaya proses belajar.

Di akhir acara, seluruh peserta sepakat untuk membentuk jejaring fasilitator pembelajaran mendalam di masing-masing wilayah agar proses kolaborasi dan pendampingan tetap berjalan pascapelatihan. Komitmen ini menjadi harapan bersama agar semangat dan nilai-nilai pembelajaran mendalam dapat benar-benar tertanam dalam praktik pendidikan di Indonesia.

Penutupan pelatihan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang akan diemban oleh para peserta. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ardan di akhir sambutannya, “Mari kita buktikan bahwa kita bukan hanya peserta pelatihan, tapi pelaku perubahan.”

Dengan berakhirnya pelatihan ini, langkah-langkah nyata untuk mewujudkan transformasi pembelajaran yang lebih mendalam di sekolah-sekolah Indonesia pun resmi dimulai.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar