Cimahi – Upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi terus digalakkan pemerintah melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Salah satunya adalah Pelatihan Pembuatan Body Ship Simulator dengan GMAW yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) pada 12 hingga 27 Juni 2025. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang relevan dengan kebutuhan industri modern, khususnya bidang perkapalan dan manufaktur.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan, Dr. Fajar Riza ul Haq, M.A, didampingi oleh Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Anwar Sidarta, S.Si, M.Si. Dalam sambutannya, Wamen Fajar Riza menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri masa kini.
“Tantangan pendidikan vokasi di masa depan bukan hanya pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi seperti deep learning serta kecerdasan buatan. Guru vokasi harus mampu menjawab tantangan ini dengan cara mengubah pendekatan pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan kontekstual,” tegasnya di hadapan peserta pelatihan.
Pelatihan ini diikuti oleh para guru SMK dari berbagai wilayah binaan BBPPMPV BMTI, meliputi provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, dan Bengkulu. Salah satu peserta adalah Nasiin Samsul Huda, guru jurusan Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam dari SMK Negeri 10 Semarang, yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat penting bagi kami, para guru vokasi, karena langsung menyentuh kebutuhan industri. Kami tidak hanya belajar teori pengelasan GMAW, tapi juga praktik langsung dalam pembuatan model kapal. Ini tentu akan sangat membantu kami dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek di sekolah,” ungkap Nasiin.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari teori dasar pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW), desain dan konstruksi kapal, hingga praktik pengelasan pada model kapal. Para peserta juga didorong untuk memahami bagaimana mengintegrasikan materi tersebut ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah masing-masing dengan pendekatan project based learning, agar siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Anwar Sidarta, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas guru vokasi untuk menyambut era industri 4.0. “Kami ingin memastikan bahwa guru-guru vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri terkini. Dengan penguasaan teknologi pengelasan GMAW dan penerapan project based learning, kami yakin lulusan SMK akan lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
BBPPMPV BMTI terus berupaya menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, melalui pelatihan-pelatihan yang bersifat teknis dan aplikatif seperti ini. Dengan pendekatan pelatihan yang terstruktur dan berbasis praktik langsung, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan produktif.
Lebih lanjut, pelatihan ini juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dalam konteks revolusi industri yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi tinggi dan otomatisasi, penguasaan teknik pengelasan modern seperti GMAW menjadi nilai tambah yang signifikan.
Keikutsertaan SMK Negeri 10 Semarang dalam pelatihan ini juga menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang teknik pengelasan. “Kami akan mengadopsi dan mengembangkan praktik baik dari pelatihan ini agar siswa kami lebih siap bersaing di industri perkapalan maupun bidang teknik lainnya,” tambah Nasiin.
Pelatihan Body Ship Simulator dengan GMAW ini bukan hanya memberi bekal keterampilan teknis bagi guru, tetapi juga memperkuat wawasan pedagogik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Dengan durasi pelatihan sekitar 60 jam pelajaran (JP), peserta diberikan kesempatan mendalami berbagai aspek teoritis dan praktis yang bisa langsung diimplementasikan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan sektor industri merupakan kunci dalam membangun pendidikan vokasi yang adaptif dan berkualitas. Harapannya, lulusan SMK ke depan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

We are welder….salam welding
Menyala sukses bolo salam welding dari arek lampung
Salam dari SMKN 3 Lampung.. sukses selalu
Guru SMK Hebat menguatkan indonesia,
Pelatihan pembuatan body ship simulator dengan GMAW sangat konstruktif untuk sekolah dan guru khususnya Krn melatih kreatifitas guru dan keuletan dalam pembelajaran
Sukses selalu untuk SMK 10 Semarang
Alhamdulillah … semangat untuk TEKNIK PENGELASAN SMK N 10 SEMARANG. Praktik baik disekolah akan memberikan manfaat ilmu untuk siswa siswi dalam bersaing didunia kerja dan menciptakan lulusan yang berdaya saing unggul serta berkarakter dan berakhlak mulia.
We are welder…..salam welding
Terima Kasih Pak Yunan, sukses selalu
Sukses sll SMKN 10 Semarang👍
Beri Komentar