Info Sekolah
Minggu, 24 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Sosialisasi Bantuan Pemerintah SMK 2025: Fokus pada Ekonomi Hijau, Perawatan, dan Digital

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta — Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), kembali menggelar Sosialisasi Bantuan Pemerintah SMK Tahun 2025 melalui siaran langsung YouTube, Kamis (19/6/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini menandai langkah awal implementasi Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Reguler Tahun 2025 yang menekankan transformasi pengembangan SMK sesuai arah global: green economy, care economy, dan digital economy.

Dalam siaran tersebut, Komy Andrayani dari Direktorat SMK menyampaikan bahwa transformasi ini bukan hanya menyentuh permukaan pendidikan vokasi, tetapi hingga ke jantung proses pembelajaran dan penyelarasan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “SMK harus bergerak mengikuti arus zaman. Tidak cukup hanya unggul di kelas, tetapi juga harus link and match dengan industri dan tren global,” jelasnya.

Program SMK PK Skema Reguler tahun ini didesain untuk memperkuat mutu sarana dan prasarana, kompetensi guru dan kepala sekolah, serta menjalin kemitraan strategis dengan dunia kerja. Menurut Komy, sektor prioritas tetap pada bidang pemesinan dan konstruksi, ekonomi kreatif, hospitality, serta care services. Namun, perhatian khusus juga diberikan pada sektor kerja sama luar negeri yang terus berkembang.

“Jika sebelumnya kita mengenal revitalisasi SMK pada 2019 yang menyentuh 300 sekolah, lalu dilanjutkan SMK Center of Excellence pada 2020 dengan 491 sekolah dan 3.586 guru dan kepala sekolah, maka sejak 2021 hingga 2024, sudah ada 2.310 sekolah yang tergabung dalam Program SMK Pusat Keunggulan,” papar Komy.

Pada 2025, arah kebijakan pendidikan vokasi diperdalam ke tiga sektor strategis. Green economy, sebagai upaya mendidik siswa tentang efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan praktik industri hijau, ditargetkan akan melahirkan lulusan yang mampu menjawab isu lingkungan global. Di sisi lain, care economy diarahkan untuk menjawab kebutuhan terhadap layanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, dan perawatan lansia/disabilitas, seiring pertumbuhan masyarakat usia lanjut. Sementara digital economy menjadi pilar utama untuk menyiapkan lulusan yang fasih teknologi digital, penguasaan coding, big data, hingga kewirausahaan berbasis digital.

“Transformasi ini bukan hanya memenuhi pasar kerja, tapi juga mendukung target SDGs dengan membekali lulusan SMK agar berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan,” tambah Komy.

Kriteria untuk menjadi penerima Bantuan Pemerintah Program SMK PK 2025 disusun ketat dan komprehensif. Mulai dari kelengkapan administrasi seperti NPSN aktif, akreditasi minimal B, jumlah murid, hingga kesiapan sarana seperti ruang praktik siswa dan daya listrik yang cukup. Sekolah juga harus memiliki kemitraan aktif dengan industri serta rencana aksi pengembangan. Bahkan, sekolah yang memiliki kepala sekolah bersertifikat pelatihan manajerial berbasis industri atau sudah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) akan diprioritaskan.

Menariknya, sekolah yang sudah mendapatkan bantuan serupa, atau sedang menerima bantuan DAK fisik dan revitalisasi SMK, tidak dapat mengakses program ini. Hal ini untuk memastikan pemerataan serta memberikan kesempatan kepada sekolah lain yang belum tersentuh program bantuan.

SMK Negeri 10 Semarang, sebagai salah satu penerima SMK PK sebelumnya, menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman dan membantu sekolah lain. Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya bagi SMK lain yang belum berkesempatan mendapatkan bantuan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan tidak akan berarti bila tidak dibagikan. SMK Negeri 10 Semarang siap membantu teman-teman SMK lainnya untuk memahami proses seleksi, menyiapkan administrasi, hingga menyusun rencana aksi yang sesuai,” ujar Ardan.

Ia menambahkan bahwa praktik baik yang telah diterapkan di SMK Negeri 10 Semarang, seperti penguatan link and match dan kerjasama dengan industri, bisa menjadi referensi untuk SMK lain dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan pendidikan vokasi masa depan.

Komitmen bersama ini mempertegas peran SMK sebagai penggerak pendidikan vokasi yang adaptif, berorientasi masa depan, dan selaras dengan kebutuhan industri serta pembangunan nasional. Dengan dukungan kuat dari pemerintah, sektor industri, dan kolaborasi antar-SMK, diharapkan program ini akan melahirkan lebih banyak sekolah unggulan dan lulusan berkualitas di seluruh Indonesia.

Bapak dan Ibu yang berminat belajar bersama mempersiapkan Bantuan SMK PK Reguler Baru, silahkan klik link berikut : https://chat.whatsapp.com/JVBt9m2Nf0399K4I8dfaVS

Tayangan video bisa dilihat disini :

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja PK SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Indria Mustika
Rabu, 2 Jul 2025

Selalu menginspirasi.
Bbayka memberi mak abnayak menerima. Selalu sehat ya pak CEO.

Reply
Indria Mustika
Rabu, 2 Jul 2025

Selalu menginspirasi.
Bbayka memberi mak abnayak menerima. Selalu sehat ya pak CEO. Terus berbagi.

Reply

Beri Komentar