Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Dua Program Sertifikasi Digulirkan, SMK Siap Cetak Lulusan Kompeten dan Mendunia

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi

Jakarta-Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) resmi meluncurkan dua program bantuan pemerintah tahun 2025, yakni Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Bahasa Asing bagi murid SMK. Kedua program ini disosialisasikan dalam webinar nasional yang digelar pada Selasa, 17 Juni 2025, dan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi katalisator percepatan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK, Adrianus Patiung, menjelaskan bahwa pelaksanaan kedua program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045. “Dunia kerja tak hanya membutuhkan lulusan yang bisa bekerja, tapi mereka yang terbukti kompeten secara objektif dan terstandar. Sertifikasi bukan sekadar kertas, tapi paspor masa depan murid-murid kita,” tegas Adrianus dalam sambutannya.

Program Sertifikasi Kompetensi menargetkan 67.533 murid SMK di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp33,7 miliar. Dana sebesar Rp 500 ribu per siswa akan disalurkan langsung ke rekening sekolah. Program ini memprioritaskan sertifikasi dari industri melalui LSP P2 dan P3, serta sertifikasi tambahan yang dapat memperbesar peluang lulusan untuk diterima di dunia kerja.

“Sertifikasi LSP P1 seyogianya menjadi bagian dari kewajiban internal sekolah. Melalui program ini, kami ingin memperluas cakupan sertifikasi industri agar lulusan kita benar-benar siap kerja,” tambah Adrianus.

Sementara itu, program Sertifikasi Bahasa Asing atau TOEIC bekerja sama dengan International Test Center (ITC) dan menyasar 36.000 murid SMK dari 38 provinsi. Uji kompetensi akan menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) dan hasilnya diberikan dalam bentuk skor resmi TOEIC yang diakui secara internasional. Seluruh biaya pelaksanaan ditanggung penuh oleh pemerintah.

Gelar Pangau dari Tim Kerja Peserta Didik memaparkan bahwa TOEIC akan mengukur kemampuan listening dan reading para murid berdasarkan standar internasional. “Tes ini sangat relevan untuk mempersiapkan siswa menghadapi pasar kerja global, terutama di bidang hospitality, maritim, industri kreatif, dan pariwisata,” ujarnya.

Pendaftaran untuk kedua program sudah dibuka sejak 17 Juni 2025. Untuk sertifikasi kompetensi, sekolah wajib mengajukan usulan melalui aplikasi Takola SMK, sementara untuk TOEIC, pendaftaran dilakukan oleh sekolah melalui portal resmi ITC. Proses seleksi, pelaksanaan, dan distribusi sertifikat akan dilakukan secara bertahap hingga akhir September 2025.

Direktur SMK, Ari Wibowo Kurniawan, menegaskan bahwa semua bantuan ini diberikan secara gratis tanpa potongan dalam bentuk apapun. “Kami tegaskan tidak ada pungutan, gratifikasi, atau potongan. Setiap bentuk penyimpangan akan kami tindak secara administratif dan hukum,” kata Ari.

Menurut data UNESCO dan ILO, negara yang aktif mengembangkan sertifikasi kompetensi dan bahasa asing berhasil menurunkan pengangguran lulusan SMK hingga 40%. Hal ini pula yang menjadi dasar pemerintah mendorong implementasi program secara massif di 2025.

Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan diimbau untuk aktif mengusulkan dan memfasilitasi murid mengikuti program ini. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi masa depan bangsa. Mari kita jaga integritas dan kualitas pelaksanaannya,” tutup Adrianus Patiung.

Dengan dua program strategis ini, Direktorat SMK berharap lulusan SMK tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga siap menembus pasar kerja global sebagai generasi emas Indonesia.

Live video bisa dilihat disini :

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar