Jakarta — Redtop Hotel & Convention Center Jakarta menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2025 Tahap 2 yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 10–13 Juni 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sebanyak 129 SMK negeri dan swasta dari seluruh Indonesia terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bimtek ini bertujuan untuk mempersiapkan sekolah-sekolah penerima bantuan pemerintah agar siap dalam pelaksanaan program revitalisasi SMK, baik dari aspek perencanaan, pengelolaan, maupun pelaporan.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Rabu (11/6) sore oleh Hernita, Kepala Subdirektorat Fasilitas Sarana Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam sambutannya, Hernita menekankan pentingnya pelaksanaan program ini secara efektif dan tepat waktu.
“Revitalisasi SMK merupakan bagian dari upaya besar dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Kami berharap bantuan pemerintah ini dikelola dengan profesional, transparan, dan berdampak langsung pada penguatan mutu pendidikan di SMK,” ujar Hernita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas strategis dalam mencetak generasi terampil dan siap kerja.
Salah satu sekolah yang turut serta dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 10 Semarang. Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan mutu pendidikan ini mengirimkan tim dalam kegiatan Bimtek tersebut.
Andhika Krisna Murti, Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana SMKN 10 Semarang, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya.
“Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program strategis ini. Kegiatan Bimtek ini memberikan banyak pengetahuan praktis yang sangat bermanfaat, khususnya dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana serta penguatan tata kelola sekolah,” ungkap Andhika di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, keikutsertaan SMKN 10 Semarang dalam Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam menjalankan program revitalisasi secara optimal. Ia berharap, hasil dari kegiatan ini akan mempercepat transformasi kualitas pendidikan vokasi di sekolahnya.
“Revitalisasi bukan hanya soal fisik bangunan atau peralatan, tetapi juga tentang membangun sistem tata kelola yang efektif dan akuntabel. Kami ingin menjadikan SMKN 10 Semarang sebagai model sekolah vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek dirancang secara intensif dengan menghadirkan pemateri dari unsur pemerintah, praktisi pendidikan vokasi, serta tenaga ahli pengelolaan proyek. Para peserta dibekali dengan pemahaman menyeluruh mengenai ketentuan bantuan pemerintah, mekanisme pelaksanaan program revitalisasi, serta strategi pelaporan yang sesuai regulasi.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berharap agar sekolah-sekolah penerima bantuan dapat mengelola program dengan baik, transparan, dan menghasilkan output yang nyata dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, dimulai dari bangku SMK.
Penulis : Humas SMKN 10 Semarang

Beri Komentar