Semarang – Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi secara resmi meresmikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Keberbakatan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMA, SMK, dan SLB Negeri tahun pelajaran 2025/2026. Acara digelar pada Senin pagi, 19 Mei 2025 di Kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, yang juga menjadi lokasi sekolah baru tersebut.
Peresmian ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan layanan pendidikan dan pengembangan bakat olahraga di Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. “Pendidikan bukan sekadar formalitas, tapi jalan untuk mencetak generasi unggul dan berkarakter. Kita semua harus ikut peduli,” ujarnya di hadapan para pejabat Forkopimda dan instansi vertikal yang turut hadir.
SMAN Keberbakatan Olahraga dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyelenggarakan pendidikan menengah dengan penguatan pembinaan olahraga. Menurut Sadimin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sekolah ini bertujuan menjamin kelanjutan pendidikan para atlet yang berpotensi menjadi andalan Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional. “Pendidikan tetap menjadi prioritas bagi para atlet, karena keduanya bisa berjalan beriringan. Seluruh pembiayaan ditanggung oleh APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini akan menampung 98 siswa terpilih dari berbagai cabang olahraga, bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta induk organisasi olahraga terkait. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menekankan pentingnya pembinaan karakter remaja usia SMA melalui kegiatan ekstrakurikuler yang efektif. “OSIS, Dewan BP, dan kegiatan lain harus diaktifkan lagi. Usia SMA adalah masa energi tinggi, perlu diarahkan ke hal positif,” tegasnya.
Sementara itu, peluncuran SPMB yang dilaksanakan bersamaan bertujuan memastikan proses penerimaan murid baru yang objektif dan transparan. Sistem aplikasi SPMB tahun ini dikembangkan secara mandiri oleh Pemprov Jateng melalui kolaborasi strategis dengan Dinas Kominfo. Proses ini juga mendapat dukungan data dan pengawasan dari berbagai instansi seperti Pusdatin Kemendikbud, Kanwil Kemenag, Dukcapil, hingga Ombudsman RI.
Gubernur memperkenalkan prinsip “No Titip, No Justice” sebagai landasan integritas SPMB. “Tidak ada titipan. Semua anak punya kesempatan yang sama. Jika sistemnya jujur, anak akan berkembang sesuai potensinya,” ujarnya tegas. Sistem kuota SPMB dibagi menjadi 30% afirmasi, 30% prestasi, 30% zonasi, dan 10% untuk kelompok tertentu.
Untuk tahun pelajaran 2025/2026, daya tampung SPMB mencapai 230.163 siswa yang tersebar di 6.399 rombongan belajar, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 6.321 siswa. Pemerintah Provinsi juga menjalin kemitraan dengan 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta, dengan total tambahan daya tampung 5.000 murid. “Ini bentuk komitmen kita dalam memperluas akses pendidikan, termasuk bagi mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri,” tambah Sadimin.
Gubernur juga menaruh perhatian khusus pada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Ia menargetkan sedikitnya 5.000 anak miskin ekstrem dapat diselamatkan dari putus sekolah setiap tahun melalui program pendidikan terintegrasi. “Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal hanya karena masalah ekonomi. Tiga sektor utama – pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan – harus dibangun bersama,” katanya.
Sebagai simbol peresmian, Gubernur menandatangani prasasti SMAN Keberbakatan Olahraga dan menekan tombol digital launching sistem SPMB 2025/2026. Ia mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan tahapan penerimaan murid baru secara objektif, akuntabel, dan bebas intervensi.
Usai acara, Gubernur meninjau langsung fasilitas sekolah dan berinteraksi dengan para siswa. Ia berdialog mengenai cabang olahraga yang digeluti dan memberi semangat agar mereka terus berprestasi. “Kalian adalah masa depan olahraga Jawa Tengah. Teruslah berlatih dan belajar dengan semangat,” pesannya.
Dengan peresmian ini, Jawa Tengah memperkuat posisinya sebagai provinsi yang tidak hanya peduli pada mutu pendidikan, tetapi juga serius dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang unggul secara akademik.
Liputan video bisa dilihat disini :

Beri Komentar