SEMARANG-Suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme menyelimuti lapangan upacara SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Seluruh guru, karyawan, dan siswa berkumpul mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-66. Upacara ini menjadi momen reflektif sekaligus semangat baru dalam memaknai pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin. Dalam amanatnya, Ardan membacakan secara utuh sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Peringatan Hardiknas tahun ini mengangkat pesan mendalam tentang pentingnya komitmen semua pihak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ardan menyampaikan pesan Menteri bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. “Hari Pendidikan Nasional adalah pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah hak asasi setiap warga negara tanpa diskriminasi,” ujar Menteri sebagaimana tertuang dalam naskah sambutan. Penekanan pada hak asasi ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan agar lebih inklusif dan adil dalam memberikan layanan pendidikan.
Usai upacara, Ardan menyampaikan refleksinya terhadap makna Hardiknas. Ia menegaskan bahwa peringatan ini adalah saat yang tepat bagi para pendidik untuk meninjau kembali peran dan kontribusi mereka dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan merata. “Ini adalah waktu bagi kami sebagai penyelenggara pendidikan untuk merefleksikan sejauh mana kami telah berkontribusi dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan merata,” ungkapnya.
Ardan juga menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah strategis yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak Oktober 2024. Ia menyebutkan bahwa perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas guru dan penguatan kurikulum berbasis teknologi merupakan bukti nyata keseriusan dalam memajukan pendidikan. “Kami melihat adanya arah yang jelas dalam penguatan sumber daya manusia, terutama dengan pengembangan guru dan digitalisasi proses belajar,” tambahnya.
Dalam sambutan Menteri yang dibacakan, beberapa kebijakan inovatif disorot, antara lain penerapan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pengenalan Test Kemampuan Akademik (TKA), pembelajaran Koding, dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) di lingkungan sekolah. Program-program ini dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus upaya mengembangkan daya pikir kritis dan kreatif siswa. Selain itu, program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta Pagi Ceria disebut sebagai langkah konkret dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), peluncuran Album Kicau mendapat perhatian khusus. Album ini berisi lagu-lagu edukatif yang bertujuan memperkenalkan nilai-nilai positif melalui media musik sejak usia dini, sejalan dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan dan bermakna.
Ardan menegaskan komitmen pihak sekolah untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut secara maksimal. “Kami akan terus berupaya menerapkan kebijakan-kebijakan baru ini dengan baik agar dapat memberikan dampak positif bagi siswa,” katanya. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh sekolah semata, tetapi juga memerlukan sinergi lintas sektor.
“Kolaborasi antara pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa sangat penting dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua,” tambahnya. Ia berharap momentum Hardiknas bisa menjadi titik tolak untuk menguatkan semangat gotong royong dalam memperbaiki dan membangun sistem pendidikan nasional.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-66 ini, SMK Negeri 10 Semarang menunjukkan komitmennya sebagai bagian dari gerakan nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul. Dengan semangat kolaboratif, pendidikan diharapkan semakin inklusif, relevan dengan zaman, dan mampu menjadi kunci menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berdaya saing global.
Penulis : Dini Riyani, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia SMKN 10 Semarang

Melayani sepenuh hati…
Beri Komentar